Berita

Foto/Net

Bisnis

Garuda Renegosiasi Kontrak Pembelian Pesawat

Targetkan Efisiensi 200 Juta Dolar AS
RABU, 25 JANUARI 2017 | 09:34 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Garuda Indonesia (Per­sero) menargetkan efisiensi mencapai 200 juta dolar AS, tahun ini. Perseroan melakukan renegosiasi kontrak pembelian armada pesawat.

Direktur Utama Garuda In­donesia Arif Wibowo mengata­kan, perseroan dalam dua tahun terakir memang fokus menu­runkan fleet cost dan overhead cost lebih kompetitif lagi.

"Dua pilar utama dalam dua tahun terakhir ini yang perlu digarap. Kalau efisiensi tahun lalu bisa mencapai 170-an juta dolar AS, tahun ini diperkirakan 200 juta dolar AS," ujar Arif di Jakarta, kemarin.


Menurutnya, efisiensi terse­but dapat ditingkatkan karena perseroan juga mau bersinergi dengan anak usaha PT Citilink Indonesia dalam penerapan sistem kargo.

"Sistem kargo versi Garuda kan mahal, kami ganti pakai sistem Citilink," katanya.

Dia menjelaskan, perse­roan juga akan melalukan renegosiasi besar-besaran terhadap kontrak-kontrak yang ada seperti dengan Air­bus. Selanjutnya melakukan restruktur Airbus, kontrak perawatan pesawat. Termasuk di dalamnya kontrak dengan Rolls-Royce.

"Kami melakukan renego­siasi itu semua. Hasilnya, ada beberapa penurunan biaya perawatan. Termasuk di da­lamnya engine Rolls-Royce kita lakukan renegosiasi," bebernya.

Ia menjelaskan, pembatasan atau pengurangan pemakaian engine Rolls-Royce dikar­enakan fleet plan yang sudah didesain selama 10 tahun.

"Kami lebih fokus bagaima­na semua fleet cost, atau biaya yang terkait biaya armada bisa turun. Ada tiga komponen tuh, leasing cost, maintenance cost, sama insurance cost. Semua itu direnegosiasi," terangnya.

Alhasil, katanya, perseroan mampu meningkatkan efisiensi yang cukup signifikan set­elah melakukan renegosiasi. "(Jumlahnya) rahasia. Tapi, nggak sampai 50 persen, penu­runannya cukup signifikan," katanya.

Pada bagian lain dia men­gatakan, Kementerian BUMN mengingatkan agar kejadian akhir-akhir ini (kasus korupsi yang menimpa bekas Direk­tur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar-red) tidak ter­jadi lagi.

"Ya ditanyain, kita sampai­kan kembali, korporasi sudah menjalankan GCG (Good Cor­porate Governance) semaksi­mal mungkin. Kalau toh ada praktik di luar itu, ini jadi menjadi pembatas buat kita juga," imbuhnya.

Meski dilakukan penyelidi­kan mendalam, kata Arif, hal itu tidak akan mengganggu kinerja perusahaan. "Justru ini akan memperjelas, apa yang kita lakukan dalam dua tahun terakhir ini. Yakni fokus pada pembenahan, armada-armada, dan melakukan ekspansi, dan melakukan penghematan bia­ya," terangnya.  ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya