Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

DPR: Tak Etis Pertamina Curhat Rugi Triliunan Akibat Kilang Menua

RABU, 25 JANUARI 2017 | 09:28 WIB | LAPORAN:

PT Pertamina (Persero) disebut mengalami kerugian besar akibat kilang yang rusak secara beruntun.

Namun anggapan tersebut dinilai tidak fair karena peremajaan kilang sudah sejak dahulu dilakukan dan menjadi prioritas dalam pembahasan dengan DPR.

"Lho kan memang sudah banyak dilakukan peremajaan seperti di Cilacap, Balikpapan, Cirebon. Bahkan diresmikan Pak Wapres juga. Revitalisasi ini kan sudah dilakukan sejak lama," kata Wakil Ketua Komisi VII DPR, Satya Wira Yudha.


Menurutnya, jika 'orang dalam' Pertamina menilai Pertamina rugi besar akibat kilang tua tidak etis dibesar-besarkan.

"Mereka kemarin membangga-banggakan kilang yang sudah di-upgrade, diumumkan, dan DPR juga dukung kok malah curhat sekarang. Kasihlah apa alasannya dan minta solusi seperti apa kalau ngomong gitu," ujar Satya.

"Aneh kalau Pertamina baru ngomong sekarang soal kilang tua dan banyak maintenance sampai rugi besar. Nggak etis," imbuh politisi Partak Golkar ini.

Sebelumnya, kerugian Pertamina akibat kilang tua ini kembali diangkat. Disebut oleh 'orang dalam' perusahaan plat merah tersebut, rugi akibat biaya yang terus dikeluarkan dalam perawatan kilang tua bisa mencapai triliunan.

Namun beberapa waktu lalu, Pertamina memamerkan juga laba yang didapatkan oleh perusahaannya mencapai triliunan.

Wakil Direktur Utama Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, perolehan laba Pertamina hingga kuartal II lalu sebenarnya sudah mengalahkan Petronas. Per akhir Juni lalu, Pertamina memperoleh laba sebesar 2,38 miliar dolar AS. Sedangkan Petronas hanya bisa mencetak laba 1,6 miliar dolar AS.

Adapun, sampai Oktober lalu, laba Pertamina telah mencapai 3,01 miliar dolar AS atau sekitar Rp 40 triliun. Meskipun Ahmad belum mengetahui laba Petronas pada periode yang sama. Ia juga belum bisa memperkirakan total laba Pertamina sampai akhir tahun ini.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya