Google mencatat terjadi peningkatan penonton YouÂTube sepanjang pada tahun 2016. Jumlahnya meningkat sampai 130 persen.
"Kami ada peningkatan penonton di perangkat seÂluler sebesar 130 persen di tahun 2016," ujar Juru Bicara Google Indonesia Jason TedjaÂsukmana di Jakarta, kemarin.
Peningkatan penonton itu, kata dia, dipengaruhi oleh banyak bermunculannya seleÂbgram dan artis dadakan dari YouTube. Jumlah konten yang di-upload tercatat meningkat 170 persen.
"YouTube makin populer dan menjangkau audiens dari segala usia," klaimnya.
Dengan banyak penonton, menurut Jason, membuat jumÂlah iklan yang masuk juga meningkat. Namun saat ditÂanya angkanya, Jason memilih bungkam. Dia juga tidak mau membocorkan target penÂdataan iklannya tahun ini.
"Pendapatan positif atau meningkat sulit ya. Saya bukan ahli finance, enggak mengerti tentang itu," cetusnya.
Terkait dengan tunggakan pajak Google di Indonesia, Jason belum mau berkomentar banyak. "Itu nanti ya," kata Jason.
Untuk diketahui, sebelumÂnya, pada Kamis (19/1), tiga perwakilan Google menyamÂbangi kantor Ditjen Pajak untuk membahas masalah pajak. Namun, usai pertemuan mereka memilih bungkam.
Menteri Keuangan Sri MuÂlyani Indrawati menegaskan, pemerintah akan terus memÂburu pajak Google. Hal ini penting lantaran Indonesia lagi mengejar pajak.
"Sampai saat ini pemilik perusahaan akun media sosial Facebook dan Google beÂlum membayar pajak kepada negara," kata Sri Mulyani.
Oleh sebab itu, Sri Mulyani berjanji akan terus mengejar terkait masalah pembayaran pajak dari pemilik perusaÂhaan Facebook dan Google tersebut. "Kita berharap agar orang-orang kaya atau juga para pengusaha kaya agar taat membayar pajak," katanya.
Kepala Kantor Wilayah Pajak Khusus Ditjen Pajak, M Haniv mengatakan, pemangÂgilan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu untuk saling mencocokkan data.
"Kita tetap tunggu data dari mereka. Yang jelas data merÂeka tidak bisa paksakan. Ada banyak data yang kita minta, mereka sudah menyanggupi. Kita tinggal menanti janji mereka," katanya. ***