Berita

Foto/Net

Bisnis

Pajak Google? Nanti Aja Ya...

Pendapatan Iklan YouTube Naik
RABU, 25 JANUARI 2017 | 09:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA



Google mencatat terjadi peningkatan penonton You­Tube sepanjang pada tahun 2016. Jumlahnya meningkat sampai 130 persen.

"Kami ada peningkatan penonton di perangkat se­luler sebesar 130 persen di tahun 2016," ujar Juru Bicara Google Indonesia Jason Tedja­sukmana di Jakarta, kemarin.


Peningkatan penonton itu, kata dia, dipengaruhi oleh banyak bermunculannya sele­bgram dan artis dadakan dari YouTube. Jumlah konten yang di-upload tercatat meningkat 170 persen.

"YouTube makin populer dan menjangkau audiens dari segala usia," klaimnya.

Dengan banyak penonton, menurut Jason, membuat jum­lah iklan yang masuk juga meningkat. Namun saat dit­anya angkanya, Jason memilih bungkam. Dia juga tidak mau membocorkan target pen­dataan iklannya tahun ini.

"Pendapatan positif atau meningkat sulit ya. Saya bukan ahli finance, enggak mengerti tentang itu," cetusnya.

Terkait dengan tunggakan pajak Google di Indonesia, Jason belum mau berkomentar banyak. "Itu nanti ya," kata Jason.

Untuk diketahui, sebelum­nya, pada Kamis (19/1), tiga perwakilan Google menyam­bangi kantor Ditjen Pajak untuk membahas masalah pajak. Namun, usai pertemuan mereka memilih bungkam.

Menteri Keuangan Sri Mu­lyani Indrawati menegaskan, pemerintah akan terus mem­buru pajak Google. Hal ini penting lantaran Indonesia lagi mengejar pajak.

"Sampai saat ini pemilik perusahaan akun media sosial Facebook dan Google be­lum membayar pajak kepada negara," kata Sri Mulyani.

Oleh sebab itu, Sri Mulyani berjanji akan terus mengejar terkait masalah pembayaran pajak dari pemilik perusa­haan Facebook dan Google tersebut. "Kita berharap agar orang-orang kaya atau juga para pengusaha kaya agar taat membayar pajak," katanya.

Kepala Kantor Wilayah Pajak Khusus Ditjen Pajak, M Haniv mengatakan, pemang­gilan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu untuk saling mencocokkan data.

"Kita tetap tunggu data dari mereka. Yang jelas data mer­eka tidak bisa paksakan. Ada banyak data yang kita minta, mereka sudah menyanggupi. Kita tinggal menanti janji mereka," katanya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya