Berita

Foto/Net

Bisnis

Dwi: Joint Venture Dengan Aramco Perkuat Proyek Kilang

Diprotes Serikat Pekerja
SELASA, 24 JANUARI 2017 | 09:33 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Pertamina (Persero) meng­gandeng Saudi Aramco melalui pembentukan Joint Venture De­velopment Agreement (JV-DA) atas Proyek Refinery Develop­ment Master Plan (RDMP) kil­ang Cilacap, Jawa Tengah.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, kerja sama ini untuk mengem­bangkan dan memperkuat in­frastruktur energi, terutama proyek kilang. Kebijakan ini sejalan Lima Pilar Prioritas Strategis Pertamina.

"Upgrade dan perluasan kilang Cilacap makin menin­gkatkan daya saing usaha hilir Pertamina melalui penciptaan produk kilang yang bernilai tinggi dan ramah lingkun­gan," kata Dwi di Jakarta, kemarin.


Sayangnya, aksi korporasi perusahaan minyak dan gas (migas) milik negara ini menda­pat protes keras dari Serikat Pekerja (SP) Pertamina. Skema kerja sama yang dilakukan per­seroan dinilai langkah ‘menjual’ kilang tanah air ke perusahaan asing.

Presiden Serikat Pekerja Per­tamina (Persero) Novriandi mengatakan, serikat pekerja menolak skema financing dan pembiayaan atas kerja sama joint venture yang dilakukan antara Pertamina dan Saudi Aramco.

Kami menolak keras skema financing dan pembiayaan da­lam kerja sama kilang Cilacap tersebut, karena pasti akan merugikan negara,” katanya.

Dia bilang, aset negara terke­san digadaikan. Terlebih lagi, lanjut Novriandi, saat ini terbit Peraturan Pemerintah (PP) No.72 tahun 2016. Salah satu poinnya menyatakan, pen­jualan aset BUMN bisa dilaku­kan tanpa persetujuan DPR.

"Kalau soal aset kan me­mang harus seizin DPR, tidak bisa diputus dengan Menteri BUMN sendiri. Kita sudah komplain soal itu, namun kemudian lahir PP 72 itu. Kemudian kerugian lainnya, joint venture ini kan tidak ada batas waktunya. Selama kilang masih beroperasi, ya Aramco masih terlibat. Aramco akan menerima manfaat dari semua pengembangan di Cilacap," ungkapnya.

Novriandi menyebut, proyek RDMP menggunakan mekan­isme Joint Venture (JV) dengan share keuntungan 55 persen untuk Pertamina dan 45 persen untuk Saudi Aramco.

Perjanjian kerja sama Per­tamina dan Saudi Aramco ditan­datangani Direktur Utama Per­tamina (Persero) Dwi Soetjipto dan Chief Executive Officer (CEO) Saudi Aramco, Amin Nasser di Kantor Pusat PT Pertamina di Jakarta, pada 22 Desember lalu.

Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari Heads of Agree­ment (HoA) yang teah ditanda­tangani kedua belah pihak pada November 2015. Kedua belah pihak akan melakukan joint venture, untuk pengembangan proyek selanjutnya. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya