Berita

Foto/Net

Bisnis

DEN: Target Listrik 35 Ribu MW Harus Selesai Tepat Waktu

SELASA, 24 JANUARI 2017 | 09:10 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dewan Energi Nasional (DEN) kemarin menggelar sidang ke-20 di Gedung Heritage, Kantor Kementerian ESDM, Jakarta. Sidang yang dipimpin langsung Ketua Harian DEN Ignasius Jo­nan itu, menghasilkan beberapa keputusan. Di antaranya, me­negaskan target pembangunan listrik 35 ribu megawatt (MW) tidak berubah.

"Target yang ditetapkan da­lam RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) tidak boleh bergeser. Pembangunan pem­bangkit listrik 35 ribu MW harus diselesaikan tepat waktu," kata Anggota DEN, Tumiran.

Penegasan tersebut disampai­kan DEN, sebab dalam sidang DEN sebelumnya pernah dis­impulkan dari program 35 ribu MW hanya bisa tercapai 20 ribu MW. Menurut Tumiran, penghi­tungan tersebut bukan evaluasi target, namun hanya hitungan dari hasil evaluasi bersama pe­merintah.


Anggota DEN lain Rinaldy Dalimi menerangkan, pihaknya menetapkan target 35 ribu MW terus dikejar. Tujuannya agar Indonesia bisa memiliki pem­bangkit listrik berkapasitas total 114 Gigawatt (GW) dalam 8 tahun mendatang. Sebab, jika tidak selesai pada 2019, maka target tersebut tidak bisa terca­pai pada 2025.

Dampaknya, lanjut Rinaldy, pertumbuhan ekonomi akan ter­ganggu jika suplai listrik tidak sesuai dengan jadwal.

"Pasokan listrik yang lebih banyak diperlukan untuk mem­bantu pertumbuhan industri, utamanya yang berada di luar Jawa. Maka dari itu, pemerin­tah dan DEN meminta PT PLN (Persero) melakukan langkah strategis demi mempercepat hal ini," tegasnya.

Untuk percepatan, Rinaldy meminta PLN mengurangi periode antara kewajiban pembiayaan (financial closing) dengan selesainya konstruksi pembangkit dari posisi saat ini selama tiga tahun. Menurutnya, pembangunan bisa berjalan signifikan jika pemerintah bisa menanggulangi masalah pem­bebasan lahan.

"Yang selama ini kami temu­kan, masalah finansial memang menghambat proyek pembangkit. Namun, pembebasan lahan adalah faktor utama. Ini perlu diakomodasi dengan baik," ucapnya.

Anggota DEN lainnya Syamsir Abduh menimpali, lebih baik bagi pemerintah untuk kelebihan suplai listrik dibanding kekurangan persediaan.

Menurutnya, biaya yang harus ditanggung PLN untuk membayar kelebihan listrik (take or pay) pasti akan lebih kecil dibanding menyediakan pem­bangkit pembantu seperti Pem­bangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) terapung.

Namun, lanjut Syamsir, angka take or pay bisa diminalisasi setelah PLN menyampaikan bahwa kemajuan 35 ribu MW masih sesuai dengan periode pelaksanaanya. "Program 35 ri­bu MW ini masih sesuai dengan kurva S-nya, jadi artinya masih positif. Megaproyek ini bukan sekadar target, namun kewajiban pemerintah," jelasnya.

Menurut data Kementerian ESDM pada kuartal III-2016, pembangkit yang telah beroperasi dari megaproyek ini baru sebesar 164 MW atau 0,46 persen dari target 2019 sebesar 35.627 MW.

Sementara itu, terdapat pem­bangkit dengan kapasitas 17.492 MW yang telah memasuki masa perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) dan 18.135 MW yang belum me­masuki masa PPA. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya