Berita

Samsu Umar Abdul Samiun/Net

Hukum

Dua Kali Mangkir, Penyidik KPK Panggil Kembali Samsu Umar

SENIN, 23 JANUARI 2017 | 11:47 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Buton nonaktif, Samsu Umar Abdul Samiun, setelah mangkir dari panggilan penyidik.

Sama seperti panggilan sebelumnya, Samsu bakal diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap perkara sengketa Pilkada 2011, Kabupaten Buton di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai tersangka," ujar Jurubicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (23/1).


Sebelumnya penyidik telah dua kali melakukan pemanggilan terhadap Samsu pada 23 Desember dan 6 Januari. Namun dalam dua kali pemanggilan tersebut Samsu tidak hadir dengan alasan surat panggilan pemeriksan KPK diterima sehari sebelumnya. Padahal, KPK telah mengirimkan surat ke dua alamat yang ditulis Samsu dalam pemeriksaan perdana. Di samping itu, KPK juga mengirimkan fax ke kantor Samsu.

Diduga Samsu acapkali menghindar lantaran mencium gelagat bakal disematkan rompi tahanan KPK berwarna oranye. Dugaan ini semakin kuat setelah tim kuasa hukum Samsu meminta agar jadwal pemeriksaan dilakukan setelah Pilkada serentak 19 Februari 2017 mendatang.

Diketahui kasus yang menjerat calon petahana Bupati Buton ini bagian dan saling terkait dengan kasus suap sengketa Pilkada 2015 yang menyeret mantan Ketua MK Akil Mochtar.

Samsu Umar disangka telah menyuap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar terkait penanganan perkara sengketa Pilkada Buton tahun 2011.

Samsu pada sidang terdakwa Akil Mochtar juga telah mengakui pernah mengirim uang Rp1 miliar untuk Akil ke rekening CV Ratu Samagat milik Ratu Rita, istri Akil Mochtar.

Dalam pengembangan kasus tersebut, ada sejumlah pemberi yang menjadi bidikan KPK. Hingga saat ini baru enam pihak sudah masuk ke tahap penyidikan dan diantaranya sudah divonis pengadilan. Mereka adalah Amir Hamzah, Kasmin, Budi Antoni Aljufri, Raja Bonaran, Ratu Atut Chosiyah. Kemudian Samsu yang masih dalam proses penyidikan.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya