Berita

Politik

Muhammadiyah Pasar Minggu Siap Bersinergi Dengan Koperasi Syariah 212 GNPF

SENIN, 23 JANUARI 2017 | 00:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, bertekad untuk berjihad ekonomi. Karena jangan sampai Umat Islam sebagai mayoritas di negeri terus menjadi pasar bagi orang lain.

"'Pasar' umat Islam harus direbut dan dikuasai kembali setelah sangat lama dikendalikan oleh kekuatan ekonomi 'asing-aseng'. Hanya dengan gerakan berjamaah dan merapatkan barisan 'shaf-shaf' potensi ekonomi umat, hal tersebut dapat dikendalikan," jelas Ketua Majelis Ekonomi PCM Pasar Minggu, Mashuri Masyhuda di sela-sela pelantikan PCM Pasar Minggu di Aula Masjid Nurul Islam, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Sabtu, 21/1).

Karena itu, dia menambahkan, untuk meneguhkan pilar ekonomi sebagai salah satu kekuatan umat dan persyarikatan, pihaknya akan bersinergi dalam gerakan ekonomi dengan gerakan umat lainnya.


Wakil Ketua PCM H. Sugeng Wuryanto menambahkan sinergi tersebut salah satunya dengan program "Koperasi Syariah 212 GNPF" yang dipimpin pakar ekonomi Islam, Dr. Syafii Antonio.

"Kami siap insya Allah membuka outlet toko ritel syariah yang akan digerakkan oleh Koperasi Syariah 212 GNPF. Properti syariah pun jika akan dibangun, kami siap mendukung dan berjamaah bersama-sama membangun kekuatan itu," ungkapnya.

"Insya Allah dalam waktu dekat PCM Pasar Minggu akan segera bersilaturahmi dengan Pak Dr.Syafii Antonio dan Juga Ketua GNPF-MUI Ustaz Bahtiar Nashir," sambung Direktur Utama MunaTour Travel Haji Umroh ini.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua PCM Pasar Minggu Ustaz H. Mawardi Said yang baru dilantik mengimbau agar seluruh pengurus dan warga Muhammadiyah senantiasa menegakkan amar ma'ruf dan nahi mungkar.

Walaupun sudah berusia 72 tahun,  Ustaz Mawardi bertekad menyelesaikan amanah sebagai Ketua PCM periode 2017-2022. Dia berharap bisa husnul khotimah di jalan Allah dalam ber-Muhammadiyah dan ber-Islam. [zul]

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Program Prabowo Tak Akan Berdampak Jika Soliditas Internal Rapuh

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:03

Prabowo Tantang Danantara Capai Return on Asset 7 Persen

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:01

Pakar: Investigasi Digital Forensik Bisa jadi Alat Penegakan Hukum Kasus Investasi

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:46

Wapres Tekankan Kuartal I Momentum Emas Sektor Pariwisata

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:40

Kapolri Siap Bangun Lebih dari 1.500 SPPG Selama 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:26

Kolaborasi Inspiratif: Dari Ilustrasi ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:20

Setnov Hadir, Bahlil Hanya Pidato Singkat di HUT Fraksi Partai Golkar DPR

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:18

Kepala BPKH: Desain Kelembagaan Sudah Tepat, Tak Perlu Ubah Struktur

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:16

Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:53

Keuangan Haji Harus Berubah, Wamenhaj Dorong Tata Kelola yang Lebih Modern

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:36

Selengkapnya