Berita

Foto: Repro

Politik

Polri Cenderung Ngurusin Remeh Temeh

JUMAT, 20 JANUARI 2017 | 17:17 WIB | LAPORAN:

Tindakan Polres Jakarta Selatan menangkap salah seorang peserta aksi sidang kasus penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dinilai terlalu berlebihan. Pendemo kontra Ahok itu ditangkap karena membubuhkan tanda pada kain merah putih.

"Masih banyak kerja-kerja kepolisian yang lebih besar dibanding mengurusi hal yang remeh temeh," kritik aktivis hukum dan HAM, Harry Kurniawan yang merupakan Sekjend SNH Advocacy Center tersebut.

Padahal masalah lambang negara, kata Harry menekankan, sudah ada aturannya yakni UU 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.


"Jadi di undang-undang itu, dijelaskan apa yang dimaksud bendera, di mana dan kapan bendera itu dipasang, dan ada ukuran tertentu untuk di lapangan, di ruangan, di mobil kenegaraan, kapal dan sebagainya masing-masing berbeda," paparnya.
 
Jika tidak sesuai ukuran sebagaimana dimaksud dalam UU 24/2009, jelas Harry, maka tidak bisa itu dianggap sebagai bendera.

"Hanya sebatas kain merah putih," cetusnya.
 
Harry menambahkan, sebetulnya banyak kain merah putih yang dibubuhkan tulisan, logo, gambar dan lainnya. Ia mencontohkan, logo band Metallica yang tertera di kain merah putih dan dibentangkan saat grup asal Amerika Serikat itu tampil di Senayan, Jakarta pada Agustus 2013.

Justru dengan adanya fakta ini, menurut dia, menunjukkan ada tebang pilih dalam penegakan hukum terhadap masyarakat yang menyuarakan keadilan, tapi seolah membiarkan pelanggar hukum.

"Pemerintah gagal paham atas permasalahan yang terjadi, logo dan simbol palu arit yang jelas-jelas bertentangan dengan aturan dibiarkan, yang mendukung tegaknya kesatuan Indonesia justru diobok-obok," tandasnya.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya