Berita

Bisnis

Ampun Deh, Masak PLN Pun Mempekerjakan TKA Ilegal

RABU, 18 JANUARI 2017 | 22:56 WIB | LAPORAN:

Masalah tenaga kerja asing (TKA) ilegal asal China sudah sangat memprihatinkan. TKA ilegal ini bukan hanya dipekerjakan di perusahaan swasta, PLN yang merupakan perusahaan negara pun ikut mempekerjakan mereka.

Pada Selasa lalu, petugas Imigrasi dan Dinas Tenaga Kerja Riau mengamankan 35 TKA ilegal asal China yang bekerja di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tenayan Rasa, Pekanbaru.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Riau Ferdinan Siagian menyebut, para TKA itu diamankan karena tidak memiliki dokumen resmi dari negara asalnya.


"Mereka bekerja di PLTU Tenayan Raya. Sampai sekarang kami terus melakukan pendalaman yang langsung ditangani tim dari Kantor Imigrasi Pekanbaru," ucapnya, (Rabu, 18/1).

Mendengar kabar ini, anggota Komisi IX Muhammad Iqbal geleng-geleng kepala. Dia heran bukan kepalang, mengapa PLN sebagai perusahaan negara ikut mempekerjakan TKA ilegal. Padahal, masalah ini sangat sensitif dan sedang menjadi sorotan publik.

"Kalau kabar ini benar, jelas sebuah kesalahan. Para pekerja itu ilegal, masak mereka bisa bekerja di perusahaan negara seperti PLN. Saya kira, kalau benar, PLN ini harus ditegur," ucap politisi PPP ini.

Karena itu, dia meminta Menteri BUMN Rini bersikap tegas. Dia tidak ingin kasus ini terulang kembali pada BUMN yang lain. "Ini tidak boleh terjadi lagi. Masak BUMN mempekerjakan TKA ilegal. Kenapa tidak mempekerjakan orang kita sendiri. Saya kira orang kita juga banyak yang bisa bekerja di proyek PLTU," tegasnya.

Kepada Kementerian Ketenagakerjaan dan Ditjen Imigrasi, Iqbal meminta untuk semakin intensif melakukan pengawasan. Sebab, terbukti masih banyak TKA ilegal yang bekerja di Indonesia. "Kami meminta pengawasan terus dilakukan dan diperketat."

Iqbal juga mendorong pemerintah segera mengevaluasi kebijakan bebas visa. Sebab, kebijakan itu terbukti banyak disalahkangunakan para warga negara asing (WNA) untuk mencari kerja di Indonesia.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Muhammad Hekal ikut geram dengan informasi tadi. Menurut politisi Gerindra ini, adanya TKA ilegal di PLN sangat memprihatinkan. "Masak PLN pun ikut mempekerjakan TKA yang tak berizin," ucapnya.

Untuk itu, Hekal berjanji akan menegur PLN dan juga Menteri BUMN Rini Soemarno. Dia tidak mau hal serupa terjadi pada BUMN lain. Sebab, mempekerjakan TKA ilegal jelas sebuah perbuatan yang menyalahi aturan dan menyakiti hati rakyat. "Nanti kami akan berikan teguran khusus kepada Menteri BUMN," katanya.

Sebelum kejadian ini, kata Hekal, Komisi VI DPR sudah mewanti-wanti Menteri Rini untuk memprioritaskan pekerja lokal ketimbang pekerja asing. Pertimbangannya, mempekerjakan sumber daya lokal akan mendorong perekonomian warga sekitar. Selain itu, akan lebih menghemat anggaran pembangunan. Sebab, upah pekerja lokal relatif lebih rendah dibanding pekerja asing.

"Kami sudah mengingatkan sejak tahun lalu. Tapi, nanti kami akan ingatkan kembali agar Menteri BUMN bisa konsisten mengutamakan lapangan kerja kepada bangsa sendiri," kata Hekal. [zul]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya