Berita

Yandri Susanto/Net

Politik

Waspada, Informasi Hoax Bisa Picu Kerusuhan Di Mana-Mana

RABU, 18 JANUARI 2017 | 17:27 WIB | LAPORAN:

RMOL.  Kalangan DPR was-was dengan maraknya informasi hoax yang beredar di masyarakat.

Sebab informasi tersebut dikhawatirkan dapat memicu terjadinya chaos di masyarakat,  terutama saat Pilkada DKI 2017.

Kekhawatiran ini dikemukakan Sekretaris Fraksi PAN,  Yandri Susanto saat menjadi pembicara diskusi "Kawal Kebhinekaan Jelang Pilkada Serentak,  Waspada Berita Hoax" di Media Center DPR Senayan, Jakarta, Rabu (18/1).


Selain Yandri, pembicara lainnya pengamat dari Voxpol Center Research  and Consulting Fani Syarwi Chaniago, dan anggota Komisi I DPR dari Fraksi PPP, Arwani Thomafi.

Yandri Susanto yang juga anggota Komisi II DPR ini mengakui informasi hoax tidak bisa dihindari akibat dari kemajuan teknologi. Semua generasi dari segala usia,  kata Yandri bisa mengutak atik informasi semaunya melalui ponsel dan bisa disebar secara masif.

"Pihak yang diuntungkan dari informasi bohong itu bertepuk tangan dan ini sangat berbahaya. Sebab tidak mustahil bisa memicu kerusuhan sosial dan bisa terjadi di mana-mana akibat informasi hoax. Apalagi kita sampai terlena," ujar Yandri lagi.

Bangsa Indonesia menurut dia, harus belajar dari konflik yang terjadi di Suriah yang salah satu faktor pemicu karena informasi hoax beredar di masyarakat.

Untuk itu dia mengajak masyarakat Indonesia bijak dalam merespon informasi hoax dengan cara tidak menyebarkannya.  

"Informasi hoax banyak masuk ke ponsel saya tapi cukup dibaca saja, " katanya.

Dia memprediksikan informasi hoax semakin sadis menjelang Pilkada serentak nanti, terutama pada Pilkada DKI Jakarta. Momentum itu menurut Yandri, bisa memanfaatkan oleh siapa pun untuk menyerang calon yang bertarung dengan menyebarkan fitnah.

"Jangan sampai kebhinnekaan kita terkoyak gara-gara hoax," pungkas Yandri.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya