Berita

Fahmy Radhi/Net

Bisnis

Pengamat: Salut, Komitmen Pertamina Selamatkan PLTGU 1 Jawa

RABU, 18 JANUARI 2017 | 15:16 WIB | LAPORAN:

Skandal megaproyek PLTGU Jawa 1 masih terus berlanjut. Namun, kabar terakhir berhembus bahwa konsorsium Pertamina dan PLN telah mendekati kesepahaman.

Keduanya dikabarkan dan dalam waktu dekat akan segera meneken perjanjian jual beli (power purchase agreement/ PPA) PLTGU Jawa 1.

Pemerhati energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi mengatakan, kabar positif ini perlu dicermati lebih lanjut, apakah hanya sekedar kabar angin atau memang benar.


"PLTGU Jawa 1 ini megaproyek yang strategis. Kepentingan nasional sangat besar di megaproyek ini. Jangan sampai isu positif ini hanya bagian dari usaha PLN untuk menjaga citra di depan publik,” kata dia di Jakarta, Rabu (18/1).

Dia menjelaskan, jika dicermati, isu yang berkembang di publik saat ini terkait PLTGU Jawa 1 ada dua penyebab utama kekisruhan yang berakar dari masalah bankability dan isu teknis komersial yang tidak kunjung disepakati, meskipun sudah melewati tenggat waktu.

"Hal ini bukan masalah sederhana. Pasti terdapat konsekuensi keekonomian yang sangat signifikan. Pertanyaan berikutnya adalah, apakah kedua pihak akhirnya bersepakat atau ada salah satu yang berkorban?" jelas dia.

Fahmy menganalisa, mengingat kuatnya keinginan PLN untuk membatalkan tender ini, maka patut diduga yang berkorban adalah pihak konsorsium Pertamina.

"Dengan perkataan lain, kabar baik ini dapat dijadikan indikasi bahwa Pertamina dan konsorsiumnya telah bersedia menelan semua ongkos akibat terjadinya komplikasi isu teknis komersial ini," ujar dia.

Fahmy melanjutkan, apabila indikasi tersebut benar, maka salut kepada Pertamina dan kepemimpinannya dalam mengelola para mitra, sehingga mampu menjaga komitmennya untuk tetap memperjuangkan agar megaproyek PLTGU Jawa1 tetap bisa berjalan dan terjamin keberlanjutannya.

"Semua faktor kompleksitas kegagalan megaproyek itu, terutama masalah teknis komersial, lebih disebabkan cerobohnya PLN dan procurement agent-nya dalam menyiapkan dokumen tender yang memenuhi semangat berbisnis yang sehat, profesional dan berimbang (fair)," ujar dia.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya