Berita

Foto/Net

Hukum

Polemik

Senjata Tajam Lolos Pemeriksaan, Polisi Salahkan Pengadilan

Terdakwa Ditikam Saat Sidang
RABU, 18 JANUARI 2017 | 08:49 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Jumardi alias Juma, ter­dakwa kasus pembunuhan sadis di Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ditikam saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Watampone.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Bone Komisaris Wahyudi Rahman menegaskan, pihaknya sudah melaksanakan pengawalan terhadap terdakwa sesuai prosedur.

"Sesuai dengan permintaan JPU kita mengawal terdakwa dari rutan ke pengadilan. Insiden ini terjadi kan spontanitas. Yang jelas kami sudah melangsungkan pengamanan yang semaksimal mungkin, semanusiawi mungkin se­bagai anggota Polri," tandas Wahyudi.


Mengenai pelaku yang lolos masuk membawa badik masuk ke pengadilan, menurut dia, adalah tanggung jawab petugas keamanan pengadilan untuk memeriksanya.

"Kalau mengenai senjata tajam yang masuk ke pengadilan itu nanti kami akan koordinasi­kan kepada pihak pengadilan karena itu ada SOP-nya," katanya.

Wahyudi menegaskan, benda tajam tidak boleh dibawa masuk ke pengadilan dan ruang sidang. Kecuali benda tajam yang jadi alat bukti perkara. "Yang berkewajiban memeriksa di pengadilan itu ada­lah pihak pengadilan. Kan di sana ada juga sekuriti," kata Wahyudi.

Jumardi ditikam SY (36) di ruang persidangan. Saat itu, SY yang tak lain adalah suami korban hadir di dalam ruang pengadilan sebagai saksi korban.

Sesaat setelah pengucapan sumpah selesai, SY langsung berbalik dan menghunus badik yang diselipkan di pinggang­nya. Terdakwa yang duduk di samping kuasa hukumnya langsung tersungkur bersim­bah darah dengan luka tusuk di dada kanan. SY kemudian dibawa ke Markas Polres Bone. Sementara Jumardi masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru dengan pengawalan ketat aparat Kepolisian dan Kejaksaan. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya