Berita

Foto/Net

Hukum

Isu HAM Bukan Prioritas Diplomasi, Kenapa Begitu?

SELASA, 17 JANUARI 2017 | 09:25 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Human Rights Working Group (HRWG) mengkritik proyeksi politik luar negeri Indonesia 2017 yang tidak meletakkan hak asasi manusia (HAM) sebagai prioritas di­plomasi. HAM malah disebut pada poin terakhir atau poin ke-14 dari fokus diplomasi 2017.

Direktur eksekutif HRWG, Muhammad Hafiz menilai, komitmen politik luar negeri Indonesia ke depan masih men­gacu pada paradigma develop­mentalism, yaitu dengan men­jaga perdamaian, keamanandan stabilitas kawasan un­tuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Hak asasi manusia harus­nya menjadi landasan utama bagi setiap kebijakan, termasuk kebijakan luar negeri. Perlu di­lihat, problem mendasar dunia dewasa ini adalah meningkatnya konservatisme akibat rezim yang dipilih secara demokratis tidak menjadikan HAM se­bagai dasar kebijakannya," katanya di Jakarta.
 

 
Hafiz mengingatkan, Indonesia bersama dengan India, Brazil dan Afrika Selatan ada­lah negara demokrasi baru pada tingkat global. Kelompok ini mempunyai 'soft power' dalam bentuk demokrasi dan peng­hargaan pada HAM yang telah mengubah kancah kekuatan politik dan diplomasi inter­national di bidang demokrasi dan HAM.

"Jika HAM tidak dijadikan fokus pada kebijakan pemerintah Indonesia, maka Indonesia akan selalu gagap menyikapi persoalan-persoalan akibat praktik intoleran di dunia yang trennya menguat. Sebut saja problem politisasi agama. Tanpa menggunakan argumentasi HAM, demokrasi kita akan terjebak pada tirani mayoritas," tuturnya.

Program Manager HRWG, Daniel Awigra mengatakan, kinerja diplomasi pemerintah Indonesia patut diapresiasi, khususnya pada isu Palestina dan Rohingya.

"Kunjungan Menlu ke Myanmar baru-baru ini menunjukkan keprihatinan dan kepedulian Indonesia atas kri­sis kemanusian di kawasan. Hal ini juga bisa dilihat sebagai bentuk kepercayaan pemerin­tah Myanmar. Selain itu, upaya semacan ini adalah preseden yang baik untuk ASEAN keluar dari paradigma lama soal non-intervensi," katanya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menyampaikan, ada 14 hal yang akan menjadi fokus di­plomasi Indonesia pada 2017. Pertama, penguatan kontribusi Indonesia pada ASEAN dan kontribusi konkret ASEAN di kawasan. Kedua, mengoptimal­kan dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB demi berkontribusi nyata bagi perdamaian global.

"Diplomasi Indonesia ju­ga tidak akan meninggalkan komitmen global di berbagai bidang. Komitmen dalam per­lindungan dan pemajuan HAM akan ditegaskan melalui pelap­oran ketiga Universal Periodic Review di Dewan HAM PBB," katanya. 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya