Berita

Donald Trump/Net

Dunia

Jendela Dunia

Trump Musuh Wartawan

Tendang Pressroom ke Luar Istana
SELASA, 17 JANUARI 2017 | 08:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Hubungan Presiden AS Donald Trump dengan wartawan kian memanas. Setelah sebelumnya "kasar" terhadap wartawan CNN dalam jumpa pers perdananya pekan lalu, kini Trump "mendepak" memindahkan ruang pers wartawan istana keluar dari lingkungan Gedung Putih. Robert Reich, eks menteri di era pemerintahan Bill Clinton tak ragu menyebut Trump sebagai preman dan tiran atas tindakannya ini.

Tim Presiden terpilih Donald Trump memindahkan ruangan wartawan dari West Wing yang terletak hanya beberapa langkah dari Oval Office (kantor utama Presiden) ke gedung lain di luar bangunan utama Gedung Putih.

Majalah Esquire pada Sabtu lalu, melaporkan, mereka akan dipindahkan ke Old Executive Office Building. Kepala Staf Gedung Putih Reince Priebus beralasan, pemindahan itu untuk "memperluas" ruang wartawan yang dianggap sempit.


Ruang pers saat ini memiliki luas 73 meter persegi dengan sekitar 49 kursi. Sementara saat konpers perdana Trump di New York, wartawan mencapai 250 orang. Jika orang yang terlibat lebih banyak bukan lebih sedikit, bukankah (relokasi) itu hal yang baik?" kata Priebus dalam acara "This Week" di ABC.

Senada dengan Priebus, Wakil Presiden terpilih Mike Pence menyebut, langkah ini bertujuan menunjukkan bahwa pemerintahan Trump berkomitmen terhadap transparansi dan kebebasan awak pers untuk bekerja secara independen. "Kepentingan tim adalah untuk memastikan bahwa kami mengakomodasi jumlah media dari seluruh negeri dan di seluruh dunia," kata Pence seperti dilansir dalam acara CBS "Face the Nation".

Ketua Asosiasi Koresponden Gedung Putih, Jeff Mason mengingatkan, upaya untuk menjauhkan Trump dari media akan berakibat buruk.

Mason mengatakan akan berjuang untuk menjaga ruang pers dan akses ke pejabat pemerintahan tetap terbuka. "Akses terhadap staf senior pemerintah di West Wing, termasuk Kepala Pers, sangat penting untuk transparansi dan membantu jurnalis menjalankan tugas mereka," tegas Mason.

Koresponden Reuters ini menyebut sudah berunding hampir dua jam dengan sekretaris pers Gedung Putih Sean Spicer pada Minggu lalu. Para jurnalis menilai, pemindahan ruang media dari lokasi strategis di West Wing ke bangunan lain di luar bangunan utama Gedung Putih, Executive Office Building, merupakan cerminan hubungan buruk Trump dengan media yang telah terjadi selama ini.

Menurut Robert Reich, alasan memindahkan ruang wartawan ke tempat lebih besar terdengar masuk akal. Namun dia yakin alasan sebenarnya adalah ruangan yang lebih besar itu nantinya akan diisi oleh wartawan tidak jelas yang berasal dari media pendukung Trump dan staf-staf bayaran. Mereka ada di sana untuk menanyakan pertanyaan yang ingin dijawab oleh Trump dan menyoraki para reporter yang menanyakan pertanyaan kritis ke presiden terpilih ini.

Inilah yang terjadi di konferensi pers perdana Trump pekan lalu. "Itu adalah konferensi pers palsu. Audiensnya kebanyakan adalah staf bayaran Trump yang menyoraki reporter yang kritis dan bertepuk tangan setiap kali Trump mengulang janji kampanyenya," ucap bekas menteri di era Clinton ini seperti dikutip dari blognya, robertreich.org.

Menurut pria yang kini mengajar di University of California ini, "tiran dan preman seperti Trump tidak akan suka menanggapi pertanyaan terbuka dan membenci kebebasan pers. Inilah eranya Raja Trump," tegas Reich. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya