Berita

Xi Jinping/net

Dunia

China Ingin Ambil Panggung, Jerman Menantang

SELASA, 17 JANUARI 2017 | 03:39 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

World Economic Forum (WEF) di Davos yang dimulai hari ini akan menjadi "panggung" bagi Presiden China, Xi Jinping. Hal ini mengingat dirinya adalah pemimpin Tiongkok pertama yang hadir dalam forum tersebut.

Kehadiran Xi diartikan sebagai kepercayaan diri yang sangat tinggi dari China di saat Amerika Serikat (AS) di bawah administrasi yang baru akan menarik diri dari perjanjian perdagangan bebas. Dipastikan, Xi akan mengkampanyekan peran China sebagai kekuatan dagang yang baru.

Xi diperkirakan akan mempromosikan "globalisasi yang inklusif" lewat pidatonya dalam pertemuan tahunan di Pegunungan Alpen Swiss itu.


Namun, klaim China itu mendapat tantangan dari negara seperti Jerman. Tepat menjelang pidato Xi di Davos, Kedutaan Besar Jerman di Beijing justru mendesak China untuk mengambil tindakan lebih konkret membuka pasar bagi perusahaan asing untuk melawan meningkatnya proteksionisme global.

Perusahaan asing di China telah lama mengeluhkan kurangnya akses pasar dan kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan janji mewujudkan pasar bebas yang telah berulangkali dilontarkan.

Kedutaan Jerman mengatakan, dunia membutuhkan kepemimpinan politik yang kuat, sinyal politik yang kuat dan tindakan yang kredibel.

"Kepemimpinan politik dari China tidak pernah berhenti untuk meyakinkan kita bahwa pembukaan lebih lanjut terhadap investasi asing, berbagi lapangan antara perusahaan Jerman dan Cina, serta perlindungan kekayaan intelektual, adalah prioritas," kata kedutaan Jerman, dikutip Reuters dari situs resminya.

Namun, Kedubes Jerman menyebutkan masih banyak perusahaan asing yang mengeluhkan kesulitan mereka akibat kebijakan proteksionis China. Perusahaan Jerman sendiri masih menghadapi hambatan pasar di sana.

"Jerman bersedia bekerjasama dengan China untuk memerangi tren proteksionis dan populis, dan akan sangat menyambut China di pasar terbuka Davos," demikian isi situs tersebut.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China mengatakan, Xi akan menggunakan pertemuan Davos sebagai kesempatan untuk mempromosikan pandangan "obyektif" soal globalisasi untuk membuatnya lebih inklusif, selain memberikan pemahaman yang lebih baik tentang ekonomi China.

WEF tahun ini, yang berjalan dari Selasa hingga Jumat mendatang, diperkirakan akan didominasi oleh diskusi menyangkut kebijakan Amerika Serikat di bawah Trump yang menarik diri dari perdagangan bebas. Trump sendiri akan dilantik menjadi presiden yang baru pada Jumat mendatang (20/1). [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Restorative Justice Jadi Komedi saat Diucapkan Jokowi

Selasa, 27 Januari 2026 | 04:08

Pembentukan Dewan Perdamaian Trump Harus Dikritisi Dunia Islam

Selasa, 27 Januari 2026 | 04:00

Eggi Sudjana Pengecut, Mau Cari Aman Sendiri

Selasa, 27 Januari 2026 | 03:15

Beasiswa BSI Maslahat Sentuh Siswa Dhuafa

Selasa, 27 Januari 2026 | 03:12

Purbaya Bakal Sidak Perusahaan Baja China Pengemplang Pajak

Selasa, 27 Januari 2026 | 03:03

Kirim Surat ke Prabowo, Prodem Minta Polri Tetap di Bawah Presiden

Selasa, 27 Januari 2026 | 02:32

Pengangkatan 32 Ribu Pegawai SPPG Jadi PPPK Jomplang dengan Nasib Guru Madrasah

Selasa, 27 Januari 2026 | 02:17

Dukung Prabowo, Gema Bangsa Bukan Cari Jabatan

Selasa, 27 Januari 2026 | 02:01

Lingkaran Setan Izin Muadalah

Selasa, 27 Januari 2026 | 01:38

Polri di Bawah Presiden Amanat Reformasi dan Konstitusi

Selasa, 27 Januari 2026 | 01:13

Selengkapnya