Berita

Net

Pertahanan

Demi Kondusifitas, Irjen Anton Harus Dicopot Sebagai Kapolda Jabar

JUMAT, 13 JANUARI 2017 | 10:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tuntutan agar Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan dicopot dari jabatannya menguat setelah insiden pasca pemeriksaan Habib Rizieq kemarin di Mapolda Jabar, Bandung.

Pasalnya, kemarin para pengawal Imam Besar Front Pembela Islam tersebut diserang sekelompok massa yang memang turut mengawal pemeriksaan terkait kasus dugaan penistaan Pancasila tersebut.

"Guna memelihara Jabar kondusif, kami mendesak Kapolri untuk segera mencopot Irjen Pol Anton Charliyan sebagai kapolda Jabar. Sebab apabila yang berangkutan masih menjabat kapolda Jabar berpotensi merusak kondusifitas Jabar yang selama ini terkendali," jelas aktivis Aliansi Pergerakan Islam (API) Jabar, HD Sumpena, lewat broadcast yang juga terima Redaksi pagi ini.


Karena itu pihaknya akan beraudiensi ke DPRD Jabar dan Kodam III Siliwangi usai shalat Jumat nanti untuk menyampaikan aspirasi tersebut.

"Seluruh peserta agar shalat Jumat di Pusdai," sambungnya.

Lewat pesan tersebut, API Jabar mengajak seluruh elemen masyarakat Jabar untuk turut bersama-sama dalam audiensi tersebut.

Saat dihubungi sesaat lalu, dia membenarkan pesan berantai tersebut dari mereka.

"Ya mau audiensi, curhat sama bapak-bapak itu. Kok Jabar bisa kusut begini, padahal selama ini terkenal kondusif. Tiba-tiba di depan Kapolda bisa begini," ucapnya kepada Kantor Berita Politik RMOL.

Dia menegaskan insiden kemarin itu bukan kerusuhan. Tapi pengeroyokan.

"Lagi mau pulang,  tinggal satu atau dua orang (pendukung Habib Rizieq), dihajar dari belakang," ungkapnya.

Tuntutan pencopotan Irjen Anton juga disampaikan sebelumnya lewat sebuah petisi di situs Charge.org. [Baca: Petisi Copot Kapolda Jabar Karena Diduga Bekingi GMBI, Ormas Yang Provokasi FPI]

Sebab, Kapolda Jabar itu ternyata Ketua Dewan Pembina LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), LSM yang disebut-sebut menyerang anggota FPI. Bahkan maasa GMBI dari Indramayu dilepas keberangkatannya oleh Kapolsek Jatibarang menuju Mapolda Jabar.

"Menurut kami ini tidak wajar. Jelas ini ada aroma untuk membenturkan rakyat dengan rakyat. Kami ingin agar Ketua Dewan Pembina Harian LSM GMBI yang juga merupakan Kapolda Jabar untuk bertanggung jawab atas perilaku anarkis yang dilakukan LSM-nya," begitu penutup pernyataan di Petisi tersebut. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya