Berita

Foto/Net

Hukum

STIP Boleh Tetap Beroperasi, Asalkan Pengawasannya Ketat

Rekomendasi Komisi V
JUMAT, 13 JANUARI 2017 | 10:09 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Komisi V DPR bersikap tegas kepada Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) atas tewasnya Amirullah Adityas Putra, taruna tingkat 1 sekolah tersebut yang diduga disiksa seniornya. Komisi V meminta STIP bubar saja jika tidak dapat memperbaiki sistem pendidikannya.

Kemarin siang, rombongan Komisi V yang dipimpin langsung Ketua Komisi V Fary Djemi Francis mendatangi STIP yang terletak di Marunda, Jakarta Utara. Kedatangan mereka ini untuk melihat lang­sung sistem pembelajaran yang diterapkan dan penyebab kematian Amirullah.

Begitu sampai di lokasi, Fary Cs langsung mengge­lar pertemuan tertutup dengan Plt Ketua STIP Arifin Soenardjo dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan Wahju Satrio Utomo. Beres pertemuan, rombongan meninjau asrama tempat tewasnya Amirullah.


Di lorong barak taruna itu, anggota Komisi V Capt Djoni Rolindrawan sempat berdialog dengan salah satu taruna STIP, Muhammad Irfan. "Kamu pernah dipukul senior?" tanya politisi Hanura ini. "Siap Pak. Tidak pernah," jawab Irfan.

"Takut jawab jujur karena diancam senior ya?" timpal Capt Djoni yang disambut senyuman. Irfan kembali me­mastikan bahwa dirinya tidak pernah disiksa.

Capt Djoni kemudian meng­gali informasi lain, yaitu men­genai seleksi masuk ke STIP. "Masuk sini ikut tes atau nyo­gok?" tanyanya. "Kami ikut tes, Pak," tegas Irfan.

Meski Irfan memastikan tidak ada penyiksaan, Dewan tetap yakin budaya ploncoan dari senior ke junior di sekolah itu tetap ada. Buktinya, Amirullah sampai tewas di tangan para senior. Untuk mencegah kondisi ini terulang kembali, Komisi V pun memberikan tiga rekomendasi kepada STIP.

"Pertama, STIP ditutup karena kekerasan itu berulang. Kedua, STIP ditutup sementara dan siswa taruna dititipkan ke STIP terdekat. Ketiga, STIP boleh tetap berop­erasi asalkan ada pengawasan ketat agar kekerasan tidak teru­lang," ucap Fary.

Anggota Komisi V DPR Anthon Sihombing meminta ada tindakan tegas kepada para pengawas asrama STIP karena terkesan membiarkan kekerasan dari taruna senior ke taruna junior. Politisi Golkar ini juga menuntut agar STIP membenahi standar opera­sional prosedur (SOP) yang selama ini dijalankan.

"Jangan cuma mahasiswa yang dikorbankan, tapi pengawas dan penanggung jawabnya juga harus berkorban. STIP ini harus punya SOP yang bagus, harus dibe­nahi," ucapnya. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya