Berita

Foto/Net

On The Spot

Demonstran Pro Dan Kontra Ahok Dibatasi Kawat Berduri

Selain Dikasih Jarak 100 Meter
RABU, 11 JANUARI 2017 | 08:52 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, terus berlanjut.
Sidang kelima yang digelar di Auditorium Gedung Kementerian Pertanian (Kementan) ini mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelum sidang digelar, petu­gas Kepolisian telah menutup total Jalan R Harsono yang be­rada di depan Gedung Kementan sejak pukul 03.00 WIB dini hari. Sebab, jalan tersebut digunakan untuk lokasi unjuk rasa dari kedua kubu, baik pendukung Ahok maupun yang kontra. Kepolisian telah memasang kawatduri di sepanjang jalan tersebut. Tidak hanya itu, mobil anti huru hara seperti water canon dan barra­cuda juga siaga di lokasi.

Dalam sidang kali ini, dua pengunjuk rasa yang saling berse­berangan dipisahkan sejauh 100 meter oleh kawat berduri yang dijaga ketat petugas Kepolisian. Sehingga, orasi kedua kubu tidak saling terdengar satu dengan yang lain. Namun, aksi tersebut sedikit ternodai provokasi yang berakibat ditangkapnya satu orang.

Dalam sidang kali ini, dua pengunjuk rasa yang saling berse­berangan dipisahkan sejauh 100 meter oleh kawat berduri yang dijaga ketat petugas Kepolisian. Sehingga, orasi kedua kubu tidak saling terdengar satu dengan yang lain. Namun, aksi tersebut sedikit ternodai provokasi yang berakibat ditangkapnya satu orang.

Seminggu sebelumnya, saat sidang pertama Ahok digelar di Gedung Auditorium Kementan, arus lalu lintas sempat dibuka, namun tersendat karena ada aksi unjur rasa.

Akibat Jalan R Harsono ditu­tup, kemarin, tidak hanya peng­guna kendaraan bermotor yang tertahan, tapi pejalan kaki yang ingin menuju kawasan Ragunan juga harus berputar arah di Jalan Traikindo maupun Jalan Ragunan Barat.

Bus Transjakarta yang sebelumnya diperbolehkan lewat, saat sidang kali ini juga ditutup.Walhasil, Bus Transjakarta harus berputar haluan di perempatan di depan Gedung Kementan, sehingga penumpang Bus Transjakarta harus naik dari halte Warung Jati.

Pengalihan arus di depan Gedung Kementan, ternyata tidak berpengaruh terhadap kemacetanlalu lalu lintas. Sebab, arus lalu lintas di sepanjang Jalan TB Simatupang arah Depok dan juga Mampang arah Ragunan, tetap ramai lancar. Begitu sebaliknya.

"Pengguna kendaraan sudah tahu ada pengalihan arus, sehingga mereka sudah mencari jalan alternatif sejak awal," ujar AKP Tatang, Wakil Kepala Satuan Patroli dan Pengawalan (Wakasat Patwal) Polda Metro Jaya di Gedung Kementan, Jakarta Selatan, kemarin.

Kendati demikian, masih ter­lihat beberapa pengguna ken­daraan kebingungan dengan adanya penutup jalan tersebut. Mereka sempat menghentikan kendaraannya sejenak untuk bertanya kepada petugas lalu lintas yang berjaga di sepanjang Jalan TB Simatupang.

Namun, setelah diberi penjelasan singkat, warga akhirnya mengerti dan mencari jalur alter­natif menuju ragunan. "Biasanya, pengguna kendaraan baru, jadi belum tahu bila ada penutupan jalan," ujar Tatang kembali.

Tatang memastikan, seluruh arus kendaraan yang melewatiJalan TB Simatupang dan juga Mampang tetap lancar. Sebab, penutupan kendaraan juga di­lakukan saat sidang Ahok minggulalu. "Kami juga kerahkan 50 petugas lalu lintas di sekitar Gedung Kementan agar arus lalu lintas tetap lancar," tandasnya.

Dia menambahkan, penutupan arus lalu lintas di Jalan R Harsono telah dilakukan sejak pukul 03.00 WIB dini hari hingga sidang Ahok selesai. "Kalau selesai jam 8 malam, ya langsung kita buka jalannya," tandasnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengimbau kepada seluruh pengguna kendaraan yang akan melintas di Jalan TB Simatupang agar mengikuti rambu-rambu dan arahan petu­gas. Pasalnya, arus lalu lintas di kawasan tersebut akan dialihkan ke jalur alternatif. "Masyarakat agar jangan melewati depan RM Harsono," ujar Argo di Gedung Kementan, kemarin.

Lebih lanjut, kata Argo, penga­manan sidang kelima ini tidak jauh berbeda dengan pengamanan sidang keempat sebelumnya. Hanya, Jalan RM Harsono depan Gedung Auditorium Kementan yang ditutup total, tidak seperti sidang keempat pekan lalu yang tetap dibuka. "Kalau kemarin tetap lewat dengan padat merayap," katanya.

Seperti diketahui, akibat pengalihan arus ini, masyarakat tidak bisa melintas, baik pejalan kaki atau kendaraan bermotor karena polisi memasang pagar duri yang membatasi kedua kubu massa, baik pro atau kontra terdakwa Ahok. "Itu bagian dari cara Kepolisian untuk menga­mankan sidang," pungkasnya.

Terkait lokasi demo yang saling berjauhan, Argo mengatakan, langkah itu dilakukan untuk menghindari terjadinya bentrokan antara kedua kubu. "Itu bagian dari cara bertindak Kepolisian untuk mengamankan sidang. Kami laku­kan pencegahan," tandasnya.

Untuk pengaturan itu, dia mengaku sudah menjali komunikasi dan sosialisasi dengan kedua ku­bu, baik yang mendukung maupun yang berseberangan dengan kubu Ahok. "Semuanya Insya Allah berjalan lancar," tandasnya.

Sementara, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan mengatakan, Kepolisian telah menyiapkan strategipengamanan untuk mendukung jalannya persidangan.

"Untuk jumlah personel tidak ada penambahan, masih samaseperti kemarin. Cuma ada sedikit perubahan," ujar Iwan di Gedung Kementan.

Menurut Iwan, pengamanan yang berubah antara lain di titik-titik penempatan petugas yang mengamankan aksi unjuk rasa dari massa pro dan kontra Ahok. Aksi dua kubu berlawanan ini, dilakukan di sekitar pintu sela­tan dan utara area Kementan. "Sehingga, petugas ditempatkan di antara kedua kubu untuk mencegah persitegangan antar-kubu massa," jelasnya.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta mengatakan, jumlah petu­gas yang diterjunkan dalam sidang Ahok sebanyak sekitar 2.500 personel. "Tapi jumlahnya belum ada kepastian, dilihat dari kebutuhan," ujarnya.

Pengamanan sendiri, lanjut Purwanta, terbagi ke dalam empatring. Ring 1 berada di dalam ruang sidang, ring 2 di luar ruang sidang, ring 3 dekat pagar dalam area Kementan, dan ring 4 di luar area Kementan.

"Pembagian tugas sudah dijelaskan masing-masing. Tim Gegana juga pasti dilibatkan, sesuai SOP," pungkasnya. ***

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Timur Tengah Memanas, PKB Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pupuk

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53

Likuiditas Februari Tumbuh 8,7 Persen, Ditopang Belanja Pemerintah dan Kredit

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38

Trump Bikin Gaduh Lagi, Hormuz Disebut “Selat Trump"

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53

Krisis BBM Sri Lanka Mulai Mengancam Sektor Pangan

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17

Arus Balik Lebaran 2026 Dorong Rekor Baru Penumpang Kereta Api

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53

Beban Utang AS: Masalah Besar yang Masih Diabaikan Pasar

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24

IHSG Lesu Pasca Libur Lebaran, Asing Ramai-ramai Jual Saham

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52

Amerika Sesumbar Bisa Habisi Iran dalam Hitungan Minggu Tanpa Perang Darat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40

Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, DPR Desak Presiden Turun Tangan!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28

Komisi XII DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal untuk Hemat Energi!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12

Selengkapnya