Berita

Hukum

Pria Mabuk Yang Teriak Bebaskan Ahok Bukan Staf Keamanan Artha Graha

SELASA, 10 JANUARI 2017 | 18:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pihak Artha Graha Peduli yang biasa disingkat AGP membantah bahwa Sukma Indratama merupakan staf keamanan mereka.

Berdasarkan penelusuran, pria tersebut memiliki dua kartu tanda anggota KTA masing-masing di  PT. Barungu Aneka Sistem Security dan PT Adorama Bakti Bangsa.

Sebelumnya Sukma Indratama sempat diamuk massa pendemo terdakwa kasus penistaan agama Basuki T. Purnama di depan gedung Kementerian Pertanian, Jakarta (Selasa, 10/1). Pasalnya dia meneriakan "bebaskan Ahok" di sekitar massa GNPF-MUI.


Padahal seorang pedagang sudah mengingatkan agar pria berambut cepat itu tidak berteriak demikian di dekat massa yang kontra dengan Ahok. Namun tak dihiraukan. Karena itu pria tersebut dihajar massa. Akibatnya, pelipis matanya terluka.

Beruntung polisi yang berjaga di sekitar lokasi tanggap dan langsung mengevakuasi pria yang ditengarai sedang terpengaruh minuman alkohol tersebut. [Baca: Polisi Duga Pria Yang Teriak "Bebaskan Ahok" Tengah Mabuk Alkohol]

Soal identitasnya disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono sebelumnya.

"Dia security (petugas Satpam) AGP, security yayasan," jelasnya, tanpa merinci nama perusahaan AGP yang dimaksud. [zul]

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Program Prabowo Tak Akan Berdampak Jika Soliditas Internal Rapuh

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:03

Prabowo Tantang Danantara Capai Return on Asset 7 Persen

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:01

Pakar: Investigasi Digital Forensik Bisa jadi Alat Penegakan Hukum Kasus Investasi

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:46

Wapres Tekankan Kuartal I Momentum Emas Sektor Pariwisata

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:40

Kapolri Siap Bangun Lebih dari 1.500 SPPG Selama 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:26

Kolaborasi Inspiratif: Dari Ilustrasi ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:20

Setnov Hadir, Bahlil Hanya Pidato Singkat di HUT Fraksi Partai Golkar DPR

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:18

Kepala BPKH: Desain Kelembagaan Sudah Tepat, Tak Perlu Ubah Struktur

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:16

Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:53

Keuangan Haji Harus Berubah, Wamenhaj Dorong Tata Kelola yang Lebih Modern

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:36

Selengkapnya