Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Bersatu Padu Bela Bangsa

SENIN, 09 JANUARI 2017 | 06:55 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

TERBERITAKAN bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) menghentikan sementara kerjasama militer dan pertahanan dengan Australian Defence Force (ADF).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo membenarkan adanya penghentian sementara kerjasama militer antara TNI dengan ADF terkait dugaan penistaan terhadap ideologi Pancasila dan kurikulum pendidikan militer yang dilakukan oleh anggota ADF.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, penghentian sementara ini menunggu hasil investigasi dan penyelesaian serta klarifikasi dari pihak ADF kepada TNI.


Wajar apabila pers Australia membela ADF sebagai angkatan bersenjata mereka sendiri. Namun yang tidak wajar adalah sambil membela militer mereka sendiri, pers Australia memberikan alasan yang sama sekali tidak relevan dengan duduk permasalahan.

sementara Menhan Australia sudah minta maaf kepada Menhan Indonesia yang berarti mengakui bahwa kesalahan berada di pihak Australia.

Pers Australia bersikap mirip anak-anak sedang kewalahan berdebat lalu menyerang lawan debat bukan dengan pendapat atas masalah yang diperdebatkan namun asumsi terhadap pribadi sang lawan debat.

Keputusan penghentian kerja sama militer adalah keputusan instusional namun pers Australia menyerang Panglima TNI secara personal dengan dalih bahwa Panglima TNI mempolitisir masalah militer akibat secara pribadi berambisi menjadi presiden.

Di sini tampak jelas ketidakprofesionalan pers Australia melempar asumsi yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya di samping tidak ada keterkaitan antara ambisi panglima TNI dengan penistaan Pancasila yang dilakukan oleh serdadu Australia yang bahkan kebenarnanya sudah dibenarkan melalui permintaan maaf Menhan Australia.

Tafsir pers Australia terhadap dugaan penistaan Pancasila pada hakikatnya mirip tafsir pers asing terhadap dugaan penistaan agama sebagai indikasi bahwa Indonesia adalah bangsa rasialis dan penindas minoritas.

Namun sikap pers Australia membela bangsa mereka sendiri sebenarnya masih dapat dimengerti. Yang jauh lebih sulit dimengerti adalah bahwa beberapa tokoh masyarakat Indonesia tega mencemooh  Panglima TNI membela Pancasila dari cemooh warga asing.

Antara lain Panglima TNI dicemooh lebai maka dikuatirkan merusak hubungan baik ekonomi dan militer Australia dengan Indonesia.

Seolah demi menjaga hubungan baik ekonomi dan militer, seharusnya kita merelakan bangsa kita dihina oleh bangsa asing yang dianggap bermanfaat bagi kita.

Warga negara Indonesia mencemooh sesama warga negara Indonesia yang membela Indonesia dari cemooh bangsa asing jelas tidak menjunjung tinggi harkat-martabat bangsa Indonesia di samping juga lebih melakukan gerakan PECAH-BELAH-BANGSA ketimbang BELA-BANGSA dalam bersatu padu menghadapi angkara murka jurus divide et empera bangsa asing yang ingin memecah-belah demi menguasai bangsa Indonesia! [***]

Penulis adalah warga Indonesia yang tidak rela bangsa Indonesia dihina bangsa asing

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya