Berita

Nusantara

Jubir: Masalah Pak Ahok Penistaan Agama, Bukan Berseteru Dengan Agus-Sylvi

JUMAT, 06 JANUARI 2017 | 00:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Manuver Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mempolitisasi kesaksian Gusjoy Setiawan dalam persidangan ditanggapi santai tim Agus-Sylvi.

Mereka menegaskan, pengakuan Gusjoy sebagai pendukung Agus yang kemudian dibesar-besarkan oleh Ahok sama sekali tidak ada korelasinya dengan kontestasi Agus di Pilkada DKI.

"Gusjoy bukan tim sukses ataupun relawan dari tim Agus-Sylvi yang terdaftar di KPUD DKI. Jadi saya tegaskan bahwa status Gusjoy dalam perkara Pak Ahok tak ada hubungan apapun dengan deklarasi dukungan dia terhadap paslon kami," ujar Jurubicara Tim Sukses Agus-Sylvi, Rico Rustombi, saat ditemui di sela kampanye Agus di kawasan Sukabumi Selatan, Jakarta Barat, Kamis (5/1).


Dia tak memungkiri Gusjoy pernah mendeklarasikan dukungan terhadap Agus-Sylvi tetapi dukungan tersebut diberikan Gusjoy jauh sebelum masa kampanye Pilkada DKI dimulai, 28 Oktober 2016.

"Itu pun Gusjoy hanya sebagai pendukung biasa. Dan patut diketahui bahwa sepanjang perjalanan tahapan pilkada hingga kini, kami banyak menerima deklarasi dukungan dari berbagai kelompok masyarakat. Tentu dukungan ini tidak mungkin dong kami tolak," kata pengusaha muda itu.

Rico tak menampik jika pernyataan Ahok disebut sebagai manuver untuk mengaburkan tuntuan ancaman pidana terhadap dirinya. Karenanya dia meminta agar Ahok fokus saja menghadapi kasus yang menjeratnya. Jangan mengkaitkan kesaksian di persidangan dengan pilihan politik Gusjoy di Pilkada DKI Jakarta.

"Perlu dipahami publik bahwa kasus Pak Ahok yang sedang berjalan saat ini adalah masalah penistaan agama, bukan masalah perseteruan dengan paslon kami. Jadi jangan campuradukkan dengan dukungan kepada paslon kami," demikian Rico Rustombi.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya