Berita

DR. Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli: Negara Tidak Boleh Disandera Satu Orang Bermasalah

KAMIS, 05 JANUARI 2017 | 13:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ada pelajaran berharga yang bisa dipetik pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan yang datang silih berganti hari-hari ini.

Pelajaran berharga itu sederhana: cut the looses dan move onward, atau memotong kerugiaan dan maju terus.

Demikian disampaikan ekonom senior DR. Rizal Ramli dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu (Kamis, 5/1).


Rizal mengatakan, dirinya baru menonton film berjudul Path to War berdasarkan kisah Presiden Amerika Serikat Lyndon B. Johnson yang menggantikan John F. Kennedy.

LBJ dirongrong oleh Menteri Pertahanan McNamara yang berambisi memenangkan peperangan di Vietnam. McNamara yang dikenal sebagai the wonder kid tak mau tahu dengan kerugiaan yang dialami AS. Dia sangat agresif terus mendorong AS menuju jurang kekalahan.

"Johnson akhirnya memiliki keberanian untuk menggeser McNamara dari posisi Menteri Pertahanan menjadi Presiden Bank Dunia, dan memulai perundingan dengan Ho Chi Minh," ujar Rizal Ramli lagi.

Pelajaran dari Perang Vietnam dan LBJ itu, kata Rizal Ramli adalah, tanpa keberanian untuk keluar dari siklus masalah dan terus menunda solusi hanya akan berakhir dengan tragedi.

Pendekatan ini bisa digunakan untuk Indonesia.

"Kasus yang melanda Indonesia saat ini sebetulnya sangat sederhana, asalkan ada keberanian untuk cut the losses dan move Indonesia onward," tegasnya.

"Tidak boleh kepemimpinan dan bangsa disandera oleh satu orang. Jika orang tersebut tidak memiliki ethics dan <‘i>ecency. Tidak ada pilihan lain: kerugian tersebut harus segera distop, move onward," demikian Rizal Ramli. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya