Berita

Twitter

Politik

Habib Novel: Ahok Harus Tahu, Yang Ngetik BAP Itu Bukan Saya

RABU, 04 JANUARI 2017 | 00:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sekretaris Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin atau yang akrab disapa Habib Novel tertawa saat dimintai tanggapan atas pernyataan terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Usai sidang Selasa malam, Ahok mengungkapkan Habib Novel malu mengakui pernah bekerja di waralaba Pizza Hut. Karena waralaba tersebut milik Amerika, Ahok menyebut, pelapor kasus penistaan agama itu menulis di Berita Acara Pemeriksaan bekerja di Fitsa Hats.

"Hahaha, itulah kego***kan Ahok semakin terbukti," ujarnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Rabu, 4/1). [Baca: Ahok: Malu Kerja Di Perusahaan AS, Habib Novel Tulis "Fitsa Hats"]


Yang menulis BAP tersebut bukan dirinya. Tapi pihak kepolisian saat dia dimintai keterangan. Habib Novel mengakui tidak memeriksa secara detail BAP tersebut sebelum menandatangani.

"Itu ada enam halaman. Saya tidak periksa satu per satu karena sudah capek, pemeriksaan seharian sampai malam. Jadi ada yang terlewatkan," ucapnya.

Meski begitu, dia menambahkan, saat bersaksi Selasa pagi di persidangan, dia sudah mengklarifikasi bahwa itu salah tulis.

"Ahok, mau mencari-cari kesalahan, tapi semakin kelihatan go***knya," demikian Habib Novel, yang menjadi saksi pelapor kasus Ahok tersebut. [zul]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen ke Delapan Negara Eropa

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48

Arsitektur Hukum Pilkada Sudah Semakin Terlembaga

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40

Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08

Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00

KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi Imbas Genangan di Kampung Bandan

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan Cari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45

Tujuh Kali Menang Pilpres, Museveni Lanjutkan Dominasi Kekuasaan di Uganda

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20

Belasan RT dan Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13

Ongkos Pilkada Langsung Tak Sebesar MBG

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50

Delik Hukum Pandji Tak Perlu Dicari-cari

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45

Selengkapnya