Berita

Joko Widodo-Prabowo S/Net

Politik

Gerindra: Jokowi, Jangan Anti Kritik!

JUMAT, 30 DESEMBER 2016 | 13:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Perintah aparat penegak hukum menindak tegas pengguna dunia maya dengan tuduhan melanggar hukum menuai kritik. Dengan perintah itu Presiden Jokowi dianggap anti kritik sekaligus anti demokrasi.

"Indonesia negara demokrasi dan hukum, jangan jadikan hukum untuk mengkriminalisasi bunga-bunga demokrasi. Propaganda dari oposisi jalanan harus dijawab dengan kerja nyata pemerintah. Jangan anti kritik dan anti demokrasi," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono, melalui pesan singkat yang dipancarluaskannya, Jumat (30/12).

Jokowi, sebut dia, sebaiknya menyikapi bijak dan intropeksi diri atas maraknya kritik terhadap pemerintah di media online, media mainstream maupun medsos karena muncul akibat ketidakmampuan Jokowi dalam mengemban amanah. Antara harapan yang dijanjikan dengan kenyataan tidak sesuai.


"Coba tanya pada diri sendiri apakah yang digambarkan media tentang kemampuan Jokowi memimpin Indonesia, apakah menuju perubahan yang lebih baik, sudah ada tanda-tandanya apa belum? Jadi, pesan saya, presiden sebaiknya santai saja menghadapi kritik di media. Tidak perlu paranoid, apalagi emosi bicara dengan data yang tidak tepat," ulas dia.

Lagi pula, gampang saja mengukur kemampuan Jokowi. Sejak Jokowi jadi presiden, sebut Arief, kurs rupiah terhadap dolar meroket dari 10 ribu menjadi 13 ribu.  Rupiah bahkan terus mengudara, kadang-kadang menyentuh hampir Rp 15 ribu per dolar AS. Pengangguran makin bertambah di sektor formal karena banyak jenis pekerjaan yang harusnya ditempati TKI tapi diisi TKA China.

Ukuran lainnya, misalnya, pertumbuhan ekonomi yang tidak pernah mencapai target.

Arief mengingatkan Jokowi untuk siap dibully dan tidak populer di medsos. Bukankah Jokowi bisa populer dan terpilih jadi presiden karena kekuatan media, baik media main stream, off stream dan medsos. Sampai-sampai tim Jokowi dulu membuat Jasmev alias Jokowi Advanced Social Media Volunteers.

"Dan jangan pula sebuah kritik dan perbedaan cara pandang dalam membangun bangsa dan negara dianggap makar atau mendiskreditkan pemerintahan. Lalu sedikit-sedikit lapor dan suruh polisi memprosesnya secara hukum," demikian Arief Poyuono mengingatkan.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya