Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Jaya Suprana: Atribut Natal

SENIN, 26 DESEMBER 2016 | 08:42 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

ISTILAH atribut bukan kata bahasa Indonesia asli sebab berasal dari bahasa Inggris: attribute yang berasal dari kata kerja bahasa Latin: attribute yang dapat dimaknakan sebagai  "mempersembahkan". Pada hakikatnya atribut bermakna "sebuah simbol atau karakteristik yang diberikan kepada seorang insan, kelompok , lembaga atau peristiwa". Misalnya senjata cakra merupakan atribut Kresna, peci hitam atribut Bung Karno, raket bulutangkis atribut Tan Yoe Hok, atau Santa Claus, tanduk reindeer, pohon berbentuk cemara berhias pernak-pernik adalah atribut Natal.

Sebenarnya atribut Natal seperti yang kini lazim tampil di Indonesia lebih merupakan atribut komersial sebagai gimmick marketing ketimbang keagamaan.

Menurut Alkitab sebagai Kitab Suci umat Nasrani (termasuk saya), bayi Jesus Kristus dilahirkan di sebuah kandang ternak di dusun Bethlehem . Berdasar kisah yang tersurat di Alkitab (Lukas 2:8-20): seorang malaikat turun ke bumi untuk menyampaikan berita gembira kelahiran Jesus Kristus kepada para gembala yang sedang mengawasi ternak mereka di padang rumput. Keberadaan para gembala di padang rumput mengindikasikan bahwa saat kelahiran Jesus Kristus bukan pada musim dingin namun musim panas dimana para gembala dapat lebih nyaman bercengkerama di padang rumput.


Saya pernah sengaja datang ke Bethlehem pada musim dingin untuk merasakan sendiri betapa dingin cuaca di sana pada musim dingin (apalagi di malam hari) di Bethlehem. Maka salju sebagai atribut Natal secara meteorologis memang dapat diperdebatkan kesahihannya. Sosok Santa Claus sebagai atribut Natal, secara Alkitabiah juga layak diragukan sebab di dalam Alkitab sama sekali tidak pernah terkisah seorang berperut gendut berjenggot putih sambil mengenakan mantel musim dingin mengendarai kereta terbang ditarik laskar reindeer gemar tertawa hohohoho. Hewan yang hadir di kandang ternak di mana Jesus Kristus dilahirkan lebih mungkin terdiri dari ayam, itik, domba, sapi, kuda namun pasti bukan reindeer.

Pohon Natal dalam bentuk pohon cemara (yang baru mulai dihadirkan di Eropa pada abad XVI)  apalagi dengan gemerlap kerlap-kerlip hiasan permata mutu manikam seperti di Dubai dapat dipastikan tidak hadir di kandang ternak di desa Bethlehem dalam suasana kesederhanaan kelahiran Jesus Kristus yang mengharukan. Lagu-lagu Natal juga kerap membingungkan. Misalnya lagu White Christmas kurang tepat bagi Australia, Argentina, Afrika Selatan dengan suasana alam sama sekali tidak putih akibat jarang salju di kawasan selatan kathulistiwa (kecuali di puncak gunung dengan suhu di bawah nol derajat) pada bulan Desember yang merupakan saat musim panas.

Syair lagu Malam Kudus, Sunyi Senyap juga tidak sesuai suasana hingar-bingar hiruk-pikuk pesta perayaan Natal yang jauh dari kesunyian.

Sebagai umat Nasrani, saya terharu ketika menyaksikan paduan suara anak-anak muda Indonesia  menyanyikan lagu Natal dalam bahasa asing sambil mengenakan busana bermotif suasana musim dingin di mal-mal Indonesia. Sebagai warga Indonesia, saya makin terharu apabila paduan suara anak-anak muda Indonesia menyanyikan lagu-lagu Natal dalam bahasa Indonesia sambil mengenakan busana batik.

Sebagai warga Indonesia, lubuk sanubari saya makin tersentuh ketika melihat sebuah atribut Natal menampilkan adegan bayi Jesus Kristus di dalam palungan di kandang ternak didampingi Ibunda Maria dan Ayahnda Jusuf berbusana tradisional Nusantara dengan latar belakang pohon-pohon nyiur melambai. SELAMAT HARI NATAL! [***]

Penulis berikhtiar mempelajari makna Hari Natal yang sebenarnya

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya