Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Tanggapan Untuk "Merenungi Ahok Menangis"

SENIN, 19 DESEMBER 2016 | 08:20 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

NASKAH Merenungi Ahok Menangis yang dimuat Kantor Berita Politik RMOL pada 17 Desember 2016 memperoleh berbagai tanggapan baik positif mau pun negatif, termasuk pertanyaan apakah kini saya telah bergabung di Tim Sukses Ahok.

Pertanyaan ini perlu saya jawab bahwa saya buta-politik maka tidak tergabung di Tim Sukses Siapa Pun dan pada hakikatnya naskah merenungi Ahok menangis sekadar merupakan upaya mawas diri saya sendiri apabila menghadapi masalah kelas berat seperti yang dihadapi Ahok. Upaya mawas diri saya berdasar ajaran Jesus Kristus agar jangan menghakimi, warisan wejangan ayah saya ojo dumeh serta warisan wejangan Gus Dur dan Cak Nur tentang jihad al-Nafs.

Namun yang tidak mampu saya tanggapi balik adalah tanggapan  peneliti sejarah dan Ketua Komite Nasional Pembela Martabat Bangsa, Batara Hutagalung yang pada tanggal 17 Desember 2016 jam 16:04  disampaikan melalui milis Institut Peradaban asuhan Prof. Salim Said dengan judul "Hukum Karma," dengan catatan bahwa pada tanggal 11 juni 2014, ketika ibu-ibu  korban penggusuran menangis, ahok menuding ibu-ibu tersebut main sinetron.


Di sidang pertama di pengadilan, Ahok menangis. Sekarang tudingan ini berbalik ke Ahok, bahwa dia main sinetron.

Batara Hutagalung melengkapi data tanggapan dengan copy-paste berita yang diberitakan Merdeka.com  dengan headline: Ahok Sebut Ibu-Ibu Korban Gusuran Nangis Kayak Pemain Sinetron. Berita tanggal 11 Juni 2016 tersebut sebagai berikut:

Pelaksana Tugas (Plt) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan bersikap tegas pada warga yang tinggal di tanah negara. Dia akan menggusur meski mendapat perlawanan dari warga.

"Ada nangis-nangis ibu-ibu, kenapa bu, saya tinggal di tanah orang, yang gusur itu kan digarap buat pertanian tapi ternyata buat rumah, sekarang saya digusur dan diusir, sekarang saya cuman dapat duit Rp 8 juta, mana bisa hidup katanya," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (11/6).

Meski Ahok mendapat keluhan, tidak lantas membela warga tersebut. Dia tetap menyalahkan warga karena telah tinggal di tanah orang.

"Loh kamu enggak dituntut sudah bagus Bu. Saya bilang dapat Rp 8 juta. Saya mau minta rumah Pak, ya enggak bisa dong, kalau kamu luntang lantung baru kita urusin, aktingnya terlalu banyak, saya bilang gitu baru berhenti nangisnya tahu gak. Ya sudahlah saya sudah hafal lah kelakuannya kayak gitu," ujarnya.

Ahok lalu mencontohkan saat melakukan penggusuran pertama kali di Muara Angke, Jakarta Utara.

"Nangis-nangis datangin rumah dinas Pak Gubernur, minta ganti Rp 25 juta kerahiman dapat Rp 800 ribu, habis ganti dia buka sendiri bilang ada ribut pembongkaran padahal saya cek malam-malam enggak ada pembongkaran dia bongkar sendiri, bikin lagi di tepi."

"Terus nangis-nangis depan saya di sini, saya suruh cek (rusun) Buddha Tzu Chi juga sudah pernah ditolak, sudah pernah masuk, kan lebih dekatan, dia punya kontrakan 2 harganya Rp 25 juta, kurang ajar kan, sudah lah kebanyakan pemain sinetron," imbuhnya
. [***]

Penulis adalah pemrihatin nasib rakyat tergusur

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya