Berita

Foto/Net

Politik

Perintah Terbang 8 Kali Sehari Diduga Jadi Penyebab Hercules Jatuh

MINGGU, 18 DESEMBER 2016 | 10:01 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ada dua faktor yang diduga menjadi penyebab jatuhnya pesawat Hercules milik TNI AU di Gunung Lisuwa, Wamena, Jayawijaya, Papua, Minggu (18/12) pagi.

Pengamat penerbangan Alvin Lie menduga pesawat jatuh karena faktor cuaca yang tak menentu di Jayawijaya. Ia juga menegaskan bahwa bobot muatan Hercules yang mencapai 12 ton bukan menjadi faktor penyebab.

"Saya kira kondisi cuaca. Saat itu cuaca masih berkabut dan berembun, matahari juga belum sepenuhnya terbit. Sehingga jarak pandang pesawat ke darat masih dipertanyakan apakah memenuhi persyaratan untuk pendaratan," ujarnya dalam wawancara di sebuah televisi swasta nasional sesaat lalu.


Faktor kedua, lanjut Alvin, adalah dugaan pilot pesawat mengalami kelelehan. Ini lantaran pilot diperintah untuk terbang sebanyak 8 rute penerbangan sehari.

"Ada foto yang beredar yaitu surat perintah terbang, dalam satu hari pilot melakukan take off sampai 8 kali. Ini sangat berat bagi pilot dan dikhawatirkan justru membuat kondisi kelelahan dan kejenuhan yang dapat menyebabkan perhitungan pilot jadi kurang tepat," pungkasnya.

Hercules nahas tersebut terbang pada pukul 05.35 WIT dari Timika dan direncanakan tiba di Wamena pada pukul 06.13 WIT. Pesawat dikabarkan hilang kontak dari tower Bandara Wamena pada pukul 06.02 WIT.

Sebanyak 30 personel Kodim/1702 JWY yang dipimpin Pasi Intel Kodim 1702/JWY, Kapten INF Irvan berhasil menemukan lokasi jatuh pesawat pada pukul 08.40 WIT.

Pesawat Hercules C-130HS, dengan nomor penerbangan A-1334 yang diterbangkan kapten pilot Mayor Marlon itu jatuh di sekitar Gunung Lisuwa, Kampung Mainan, Distrik Minimo, Wamena.

Seluruh penumpang yang berjumlah 13 orang ditemukan dalam keadaan tewas. [ian]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya