Berita

Nasaruddin Umar/Net

Merawat Toleransi (20)

Mewujudkan Islam Cinta

KAMIS, 15 DESEMBER 2016 | 10:01 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

DALAM sebuah riwayat dis­andarkan kepada Nabi dika­takan, jika keseluruhan Al- Qur’an dipadatkan maka pemadatannya ialah surah Al-Fatihah, yang terdiri atas tujuh ayat. Jika dipadatkan lagi maka pemadatannya terletak pada ayat perta­manya: Bi sim Allah al-Rah­man al-Rahim (Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Jika dipadat­kan lagi maka pemadatannya terletak pada dua kata terakhir: Al-Rahman dan al-Rahim, yang berasal dari akar kata yang sama, yaitu rahi­ma berarti cinta. Dengan demikian, jika keselu­ruhan ayat Al-Qur’an yang teradiri atas 6.666 ayat dipadatlkan menjadi satu kata maka kata itu ialah cinta. Dengan demikian, cinta adalah mahkota Al-Qur’an. Cinta juga merupakan sifat utama (umm al-shifah) Allah Swt di antara seki­an banyak sifat-Nya yang lain.

Jika kita hendak mengikuti sifat dan akhlak Allah Swt, seperti diserukan Nabi: Takhallaqu bi akhlaq Allah (berakhlaklah sebagaimana akhlaknya Al­lah), maka utmakanlah sifat-sifat cinta di dalam diri. Cinta paling tinggi (the saint lover) ialah ketika cinta sudah tidak mengenal obyek dan keadaan (unconditional love). Yang paling berat untuk di­capai ialah mewujudkan cinta Ilahi (divine love). Tahapnya paling awal bagaimana mewujudkan suasana dan perasaan cinta (in-loving). Menga­takan perkataan: I love you kepada sang keka­sih hati jauh lebih mudah ketimbang mengatakan: I am in loving you (saya berada dalam suasana cinta kepadamu). Yang pertama masih ada obyek cinta di luar diri, sedangkan yang kedua mengi­syaratkan segala sesuatu menjadi obyek cinta (in loving to them).

Jika cinta sudah terpatri di sekujur badan, jiwa, dan pikiran, maka vibrasinya akan meng­hapus semua kebencian kepada siapapun. Se­bagai manifestasinya dalam kehidupan, begitu bertemu dengan seseorang, ia tersenyum, se­bagai ungkapan dan tanda rasa cinta.


Rabi'ah al-'Adawiyah, seorang sufi perem­puan, pernah ditanya seseorang: "Apakah eng­kau tidak membenci Iblis?" Dijawab: "Cinta su­dah memenuhi seluruh relung-relung tubuhku sehingga tidak ada lagi ruang untuk membenci siapapun termasuk Iblis".

Imam Syafi’i pernah "dikerjai" oleh seorang tukang jahit saat memesan pembuatan baju. Lengan kanan bajunya dibuat lebih gombrang dibanding lengan kirinya yang kecil dan sempit. Imam Syafi'i bukannya komplain atau marah ke­pada tukang jahit itu, malah berterima kasih. Kata Imam Syafi'i, "Kebetulan, saya suka menulis dan lengan kanan yang lebih longgar ini memudahkan saya untuk menulis sebab lebih leluasa bergerak. Terima kasih anda memahami profesi saya".

Indah hidup ini kalau tidak ada benci. Ini bu­kan berarti kita harus menahan marah atau tidak boleh marah. Yang kita lakukan adalah bagaimana menjadikan diri ini penuh cinta se­hingga potensi kemarahan kita berkurang, ka­lau perlu hilang samasekali. Kita punya hak un­tuk marah, dan itu harus diungkapkan dengan proporsional. Pribadi pemarah alan melahirkan umat pemarah. Umat pemarah tidak sejalan dengan umat yang diidealkan Nabi di dalam Q.S. Ali 'Imran/3: 104 & 110.

Dunia Islam dalam dua dekade terakhir ser­ingkali menampilkan perilaku kebencian yang berlebihan, seperti yang dilakukan para teroris, yang rela mengorbankan sekian banyak nyawa yang tak berdosa dalam memeprjuangkan ide-idenya. Padahal, atas anama apapun, kepada siapapun, dan untuk kepentingan apapun, kek­erasan tidak pernah dibenarkan menjadi alter­natif solusi oleh Nabi Muhammad Saw. Al-Qur'an bahkan melarang seseorang mengorbankan atau mencelakakan diri sendiri untuk mencapai tujuan, semulia apapun tujuan itu, sebagaimana ditegaskan: Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan ber­buat baiklah, karena sesungguhnya Allah me­nyukai orang-orang yang berbuat baik. (Q.S. al- Baqarah/2:195). Ayat lain juga menegaskan: Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap ses­uatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. (Q.S. al-Maidah/5:8). ***

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya