Berita

Net

Politik

Siber Parlemen Lebih Ampuh Dari Lembaga Formal

MINGGU, 11 DESEMBER 2016 | 07:27 WIB | LAPORAN:

Pakar Ilmu Politik Unuversitas Airlangga (Unair) Airlangga Pribadi menilai siber parlemen sangat ampuh menjadi penekan lembaga formil seperti DPR, DPRD, DPD dalam mengkritisi kebijakan-kebijakan eksekutif yang bertentangan dengan masyarakat. Bahkan kekuatan ciber parlemen lebih besar dibandingkan lembaga formil.

Airlangga mencontohkan, tekanan dari masyarakat untuk memberhentikan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye lantaran kasus korupsi, kolusi dan nepotisme juga terjadi di media sosial. Bahkan medsos menjadi salah satu motor mobilisasi massa dalam jumlah masif.

"Jadi lembaga formil seperti DPR, sekarang ini berkedudukan sama dengan ciber parlement," ujarnya kepada wartawan, Minggu (11/12).


Lebih lanjut, fenomena siber parlemen ini juga terjadi di Indonesia. Salah satu contoh mengenai desakan masyarakat untuk menghidupkan kembali transportasi berbasis aplikasi.

Dia mencontohkan, Ignasius Jonan yang kala itu menjabat Menteri Perhubungan melarang beredarnya transportasi online. Pelarangan tersebut sontak membuat masyarakat yang sebagian besar pelanggan jasa transportasi online protes keras. Mereka bersuara lewat media sosial agar pelarangan moda transportasi online dicabut.

Menurut Airlangga, fenomena siber parlemen didorong dari pengemasan isu yang mengedepankan emosional dan perasaan. Sehingga sekalipun tidak mendapat dukungan politik di lembaga formal, namun dalam ruang Medsos isu-isu tersebut menjadi daya tarik masyarakat yang berubah menjadi siber parlemen.

"Siapa yang mendorong, mengemas isu mengedepkan sisi emosional, kemudian perasaan dia akan berpeluang mendapatkan perhatian massa dalam jumlah besar, maka dia akan mendapatkan kekuatan politik meskipun itu di digital space," pungkasnya. [wah]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya