Berita

Hendardi/Net

Politik

Hendardi: Presiden Kurang Antusias Tanggapi Pelanggaran HAM

SABTU, 10 DESEMBER 2016 | 17:50 WIB | LAPORAN:

. Penegakan hukum dan HAM dalam dua tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo diibaratkan jauh pangang dari api.

Begitu kata Ketua Setara Institut, Hendardi saat ditemui di Bakoel Coffee, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/12).

Menurut Hendardi persoalan HAM masih belum tersentuh oleh pemerintah. Apalagi yang menyangkut pelanggaran HAM berat, semisal kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir dan kasus penembakan masyarakat di Papua.


Presiden sendiri, sambung Hendardi, nampaknya kurang antusias atau belum cukup serius dalam menanggapi pelanggaran HAM yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Hal ini dibuktikan, Presiden tidak memperdulikan demonstrasi setiap Kamis di depan Istana, akan tetapi memilih menanggapi aksi damai dan doa bersama di Monas pada 4 Desember lalu.

"Dan kalau pelawak saja bisa diundang ke Istana, masa orang protes sekian lama ini, sudah 400-an kali, nggak pernah diundang ke Istana. Saya kira itu satu kritik juga terhadap pemerintah yang dianggap lahir dari rakyat," ujar Hendardi.

Terkait masalah hukum, menurut Hendardi belum ada prestasi yang bisa dibanggakan. Misalnya di Kejaksaan Agung.

Selama ini, Jaksa Agung HM. Prasetyo membanggakan mengenai hukuman mati bagi para bandar narkoba, namun hal tersebut bukan prestasi yang bisa dibanggakan. Sebab hukuman mati bertentangan dengan HAM dan sudah ditentang oleh dunia internasional.

"Jadi saya kira prestasinya nggak ada, mau dicarikan prestasi di kasus Ahok, ini malah dia ketakutan pegang bola panas," tutup Hendardi.

Aksi Kamisan atau Aksi Diam atau Aksi Payung Hitam Menolak Diam adalah aksi yang domotori Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK), merupakan upaya untuk bertahan dalam memperjuangkan mengungkap kebenaran, mencari keadilan, dan melawan lupa, yang diikuti keluarga dan simpatisan korban pelanggaran HAM. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya