Berita

Wiranto/Net

Hukum

Wiranto: Pasti Ada Penindakan Terhadap Pembubaran Ibadah

JUMAT, 09 DESEMBER 2016 | 22:45 WIB

Menko Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto memastikan akan menindak aksi pembubaran ibadah yang melanggar hukum dalam perayaan Natal.

"Pasti ada penindakan, otomatis. Kalau melanggar hukum pasti ditindak," katanya seperti dikutip Antara, Jumat (9/12).

Menurut Wiranto, terkait pengamanan Hari Raya Natal, pemerintah sudah menyiapkan prosedur pengamanan yang juga telah dilakukan setiap tahun.


"Intinya bahwa pemerintah tentu tidak akan membiarkan terjadinya gangguan-gangguan terhadap acara-acara Natal, Tahun Baru, itu sudah sesuatu yang biasa dilakukan," tuturnya.

Untuk itu, Wiranto meminta agar masyarakat tetap berpegang teguh pada dasar Indonesia sebagai negara Pancasila. Sehingga sudah sepatutnya menjaga kebebasan umat beragama dalam menjalankan kegiatan agama.

"Sila yang pertama kan Ketuhanan Yang Maha Esa itu jelas di sana ada satu kewajiban kita untuk membangun toleransi antar umat beragama. Artinya membiarkan ya masing-masing umat beragama di agama apapun untuk melaksanakan ibadah dengan cara mereka tanpa ada gangguan dari pihak-pihak lain," jelasnya.

Wiranto memastikan bahwa pemerintah punya kewajiban untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia. Yang salah satunya diaplikasikan dalam berbagai kegiatan pengamanan, bukan hanya pengamanan Natal tapi juga pengamanan terhadap berbagai kegiatan masyarakat.

"Tentunya kita jauhkan dari ancaman-ancaman, jauhkan dari hal-hal yang mengganggu event-event itu termasuk Natal. Ini kan tiap tahun sudah kita lakukan satu prosedur pengamanan seperti itu, detailnya di kepolisian selalu lengkap ada operasi lilin yang selalu dilaksanakan setiap tahun," tegasnya.

Diketahui, acara Kebaktian Kebangunan Rohani yang digelar di Gedung Sasana Budaya Ganesha, Jalan Tamansari, Bandung dengan menghadirkan Pendeta Stephen Tong terpaksa berakhir dini pada Selasa malam lalu (6/12), karena diinterupsi massa dari kalangan tertentu.

Massa yang menamakan dirinya Pembela Ahlus Sunnah (PAS) memaksa panitia kebaktian mengakhiri acara dengan alasan kebaktian harus digelar di gedung gereja, bukan gedung umum. Sementara, Gedung Sabuga sendiri berada di dalam komplek Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). [wah]  

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya