Berita

Natalius Pigai/Net

Politik

Sikap Jokowi Yang Membisu Atas Tragedi Paniai Jauhkan Rasa Nasionalisme Dari Papua

KAMIS, 08 DESEMBER 2016 | 08:36 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Tragedi Paniai berdarah yang diduga dilakukan oknum TNI kepada remaja Paniai telah menjadi sebuah memori kelam bangsa Papua Melanesia, juga telah menjadi sejarah kelam disamping lebih dari 5 ribu rakyat Papua yang ditangkap, dianiaya, disiksa dan dibunuh hanya dalam 2 tahun kepemimpinan Jokowi Widodo.

Demikian disampaikan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 8/12).

"Apapun ceritanya  sikap Jokowi  yang membisu diatas jeritan kemanusiaan rakyat Papua telah menjauhkan orang Papua dari rasa nasionalisme dan sukses memantapkan Labilitas integrasi politik papua," kata Natalius.


"Sudah terlalu lama atau sekitar 50 tahun orang Paniai telah menderita, ditangkap, dianiaya, disiksa, dan dibunuh saban hari tanpa henti, penuh ketakutan, rintian, ratapan, tangisan, kesediaan saban hari menghiasi orang Paniai, mereka hidup ibarat daerah jajahan," sambungnya.

Menurut Natalius, jika kasus Paniai ditanya oleh siapapun, termasuk dunia Internasional, maka yang menutupi pelaku dan tidak mau buka hasil penyelidikan kasus ini adalah Menkopolhukam atau Pemerintah. Sehingga  kalau ada oknum-oknum termasuk orang Komnas HAM yang memaksa agar melakukan penyelidikan, maka ia memastikan itu pekerjaan penyelidikan beraroma politik, dan bukan hak asasi manusia murni.

"Kami ini sebagai pekerja Kemanusiaan, dan bukan orang politik. Kami empati pada korban dan rakyat kecil dengan kebenaran dan keadilan bukan hanya menyenangkan rakyat tapi secara substansial pada akhirnya tidak mendapat keadilan," ungkap Natalius. [ysa]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya