Ikut berpartisipasi dalam Gerakan Nasional Nusantara Bersatu 5.000 anak Taman Kanak-kanak (TK) se Banyuwangi, menari secara kolosal. Ribuan anak dari 729 sekolah menari secara kolosal di Taman Blambangan pada Rabu (30/11).
Tarian yang ditampilkan dengan iringan musik khas Banyuwangi, adalah tarian capung semebyar. Tarian Capung adalah Sebuah tarian yang menjadikan simbol Capung sebagai bentuk mengrekspresikan diri. Tari capung sembyar ini diartikan sebagai simbol kebebasan anak-anak agar bisa berkreasi, berekspresi tanpa adanya intimidasi dari orang lain,†kata Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Banyuwangi, Tri Puji Lestari.
Dengan menggunakan kostum ala Capung†warna hijau dan bawahan merah, mereka menari sangat indah. Layaknya capung yang terbang dan menari-nari di udara. Meski gerakan menari anak-anak tidak sempurna layaknya penari dewasa, namun penonton memberikan aplaus panjang kepada mereka.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang hadir langsung dalam even ini menilai ekspresi anak-anak ini penuh semangat dan berkobar menyongsong masa depan.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang hadir langsung dalam even ini menilai ekspresi anak-anak ini penuh semangat dan berkobar menyongsong masa depan.
Wajah polosnya seakan memberikan harapan yang indah untuk Indonesia. Kalian adalah anak-anak hebat calon penerus generasi bangsa ini. Dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang hebat Indonesia pasti jaya. Jaga selalu persatuan dan kesatuan, Terus maju anak-anakku. Terima kasih kalian telah ikut andil menegakan persatuan Indonesia,†kata Anas di depan ribuan anak TK tersebut.
Anas juga sempat menitipkan pesan kepada guru-guru yang mendapingi anak-anak tersebut untuk selalu menanamkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam diri anak. Sehingga anak-anak tidak hanya tumbuh dan berkembang, tetapi memiliki landasan dasar yang kokoh dalam membangun negeri ini.
"Untuk bisa mencapai negara yang sejahtera, ada dua yang harus dimiliki terus menjaga persatuan dan kedua, memiliki anak-anak yang ber-SDM hebat," ujarnya.
[ysa]