Berita

Puan Maharani/Net

Politik

Menko PMK Buka City Sanitation Summit

KAMIS, 24 NOVEMBER 2016 | 16:01 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Akses air minum dan sanitasi merupakan infrastruktur dasar yang sangat penting dalam membangun manusia yang sehat. Air minum dan sanitasi yang layak sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani saat membuka acara City Sanitation Summit XVI yang diselenggarakan oleh Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) dan Program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh (Kamis, 24/11).

Acara pembukaaan City Sanitation Summit XVI ini dihadiri sekitar 700an peserta, termasuk Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat M. Basoeki Hadimoeljono, PLT Gubernur Provinsi Aceh Soedarmo, Ketua AKKOPSI (Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi) H.M. Rizal Effendi, sekitar 48 Bupati dan Walikota se Indonesia, 105 daerah anggota AKKOPSI, serta penggiat air minum dan sanitasi.

Saat tiba di Gedung AAC Dayan Dawood, Menko Puan lang sung dipeusijuk (ditepungtawari) secara adat Aceh oleh Ketua Majelis Adat Aceh Kota Banda Aceh, Sanusi Husen. Peusijuk adalah adat Aceh untuk memuliakan tamu yang baru tiba. Ini dilakukan agar tamu merasa terkenang dan betah di Aceh dengan menjadi sahabat dan keluarga.

Dalam sambutannya, Menko PMK mengatakan pembangunan infrastruktur dasar air minum dan sanitasi, juga selaras dengan Germas Gerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat (Germas) yang telah diluncurkan sebagai upaya bersama untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan kondisi masyarakat yang sehat, akan dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

Puan  juga menegaskan saat ini masih terdapat 95 juta penduduk (atau 37 persen) yang belum memiliki akses air minum layak dan masih terdapat 120 juta penduduk (atau 47 persen) yang belum memiliki sanitasi yang layak. Untuk itu, program akses air minum dan sanitasi harus dapat diperluas agar dapat menjangkau wilayah-wilayah padat penduduk, wilayah perdesaan, wilayah nelayan, dan daerah tertinggal lainnya.

Menurut Puan, upaya perluasan akses air minum dan sanitasi yang layak, selain melalui Program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dapat juga dilakukan melalui Pembangunan Berbasis Masyarakat menggunakan APBDes.

"Dibutuhkan dukungan, kepedulian, tanggung jawab dan gotong royong kita semua dalam menjaga pelestarian sumber air, serapannya, dan perilaku hidup bersih menjaga lingkungan guna memperluas akses air minum dan sanitasi," ujar Puan.

Lebih lanjut, Puan memberikan apresiasi dengan adanya solusi kreatif melalui skema keuangan mikro yang telah diinisiasi di beberapa kabupaten/ kota. Skema ini perlu segera diangkat menjadi skema nasional bekerjasama dengan lembaga keuangan.  

Keterlibatan AKKOPSI melalui dukungan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) serta mempersiapkan penguatan kelembagaan, mobilisasi pendanaan, serta mempersiapkan daerah di dalam mengimplementasikan Rencana Strategi Pembangunan Sanitasi di Daerah (SSK) diakui telah banyak membantu dalam pemenuhan sanitasi di berbagai daerah. Selain itu, kerjasama dengan media juga perlu dilakukan untuk pembelajaran bahwa sanitasi merupakan hal yang perlu diprioritaskan. 

"Saya berharap, pelaksanaan City Sanitation Summit ini memberikan momentum bagi upaya percepatan perluasan akses air minum dan sanitasi yang layak untuk masyarakat Indonesia,” harapnya. 

Kunjungan kerja Menko PMK di Banda Aceh dilanjutkan dengan mengunjungi PLTD Apung kemudian meninjau Masjid Raya Baiturahman.‎ [ian]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

UPDATE

Dapur Emak-emak Dipastikan Terdampak Perang Timur Tengah

Kamis, 05 Maret 2026 | 05:39

Kematian Siswa di Bengkulu Utara Tidak Terkait MBG

Kamis, 05 Maret 2026 | 05:15

Pelaku Penculikan Satu Keluarga di Jombang Berhasil Diringkus Polisi

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:59

Perdagangan, Kapal dan Selat Hormuz

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:39

Komnas Haji Desak KY Ikut Pantau Sidang Praperadilan Gus Yaqut

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:15

DPRD Kota Bogor Terima Curhatan soal Syarat Pengurus RT/RW

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:59

Kesalahan Oknum Polisi Jangan jadi Alat Menyerang Institusi

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:40

Pelaku Pembunuhan Bocah di KBB Dijerat 20 Tahun Penjara

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:21

Rocky Gerung: Damai Adanya di Surga, Perang Pasti akan Berlanjut

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:55

DPRD Kota Bogor Godok Aturan Baru Penyelenggaraan Kesehatan

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:33

Selengkapnya