Berita

Ade Komaruddin/Net

Politik

Jika Tak Terima Digeser, Akom Bisa Ngadu Ke Mahkamah Partai

SELASA, 22 NOVEMBER 2016 | 22:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar telah mensahkan pergantian Ketua DPR RI dari Ade Komaruddin ke Setya Novanto, melalui rapat Pleno yang digelar 21 November 2016.

Ade Komarudin dinilai tidak akan melawan dengan putusan DPP tersebut. Ini mengingat Akom adalah seorang kader partai yang loyal dan patuh pada aturan partai.

"Saya yakin Ade Komaruddin tidak akan melawan putusan yang sudah diambil dalam pleno dan akan mematuhinya dengan sepenuh hati. Karena beliau adalah kader partai yang cukup senior dan paham betul aturan partai yang ada," kata Ketua Umum PP AMPG, Fahd El Fouz Arafiq kepada wartawan di kantor DPP Partai Golkar, Selasa (22/11).


Akan tetapi, lanjut Fahd, jika Ade Komarudin akan melawan kebijakan tersebut, maka jalurnya ada pada Mahkamah Partai. Karena jalur itu yang telah disediakan Partai sesuai dengan UU partai politik yang ada.

"Kalau tidak puas juga, tentu beliau bisa mengajukan ke Mahkamah Partai dan diharapkan jangan berkoar-koar di luar atau di media," ujarnya,

Saat ditanya apakah putusan pleno tersebut masih bisa berubah mengingat Akom telah bekerja dengan baik, Fahd menyebutkan putusan pleno itu sudah final.

"Karena ini putusan keluarga besar partai Golkar, jika perintah pleno sudah diputuskan maka akan segera ditindaklanjuti," jelasnya.

Menurut Fahd apa yang dilakukan DPP Partai Golkar hanya mengembalikan posisi Ketua DPR pada Setya Novanto bukan memecat Akom, sedangkan posisi Akom belum tentu dikembalikan seperti semula (Ketua Fraksi Golkar DPR).

"Yang baru dirapatkan dalah mengembalikan posisi ketua DPR ke Pak Nov, tapi belum tentu ketua fraksi (ke Akom) maka akan ada mekanismenya lagi nanti," ungkapnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya