Berita

Jokowi dan Setya Novanto/Net

Politik

Jokowi Sambut Baik Dukungan Golkar Antisipasi Gerakan Radikal

SELASA, 22 NOVEMBER 2016 | 21:14 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa dirinya menyambut baik dukungan yang diberikan Partai Golkar bagi pemerintah dalam upaya menjaga stabilitas, kerukunan, dan kekompakan seluruh komponen bangsa.

Hal itu disampaikan saat dirinya mendapat kunjungan dari Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (22/11) petang.

"Kita tahu semuanya Partai Golkar memiliki basis dukungan hampir di seluruh wilayah Indonesia, merata, dan oleh sebab itu pada kesempatan yang baik tadi saya menyambut baik dukungan Partai Golkar dari seluruh wilayah Indonesia untuk menjaga stabilitas dan ketertiban sosial yang ada," terang presiden.


Dalam pertemuan tersebut, Golkar mendukung upaya pemerintah dalam mengantisipasi gerakan-gerakan radikal yang mengganggu stabilitas bangsa. Menurut presiden, stabilitas saat ini sangat diperlukan bagi bangsa Indonesia yang tengah berupaya untuk memenangi persaingan global.

"Tadi Pak Setya Novanto juga mendukung penuh sikap tegas pemerintah terhadap upaya yang mengarah pada gerakan-gerakan radikal dan bangsa kita yang sekarang ini sedang giat-giatnya membangun dalam rangka mengejar ketertinggalan dengan bangsa-bangsa yang lain. Kita ingin bekerja bersama-sama membangun dan menyejahterakan rakyat," ungkapnya.

Sementara itu, Setya Novanto menyampaikan pandangan serupa terkait pertemuan keduanya tersebut. Ia turut melaporkan bahwa pihaknya telah bertemu dengan sejumlah pimpinan partai politik lainnya untuk bersama-sama mewujudkan suasana damai dalam mendukung perekonomian Indonesia.

"Kami sampaikan bahwa kami mengadakan silaturahmi kepada Bapak Surya Paloh, kepada Ibu Mega, dan juga partai-partai lain. Ini tidak lain untuk kemajuan kepentingan perekonomian Indonesia yang kita harapkan dengan suasana damai, maka kepercayaan terhadap langkah-langkah oleh Presiden dalam melakukan program-programnya bisa semakin kuat," terang Setya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya