Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Gus Zaini: Tidak Ada Alasan Bagi Pendemo untuk Makar

SELASA, 22 NOVEMBER 2016 | 20:29 WIB | LAPORAN:

Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) mencurigai ada pihak yang akan menunggangi aksi bela Islam III yang rencananya berlangsung 2 Desember mendatang. Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut penahanan Gubernur DKI non aktif, Basuki Tjahaja Purnama

Ketua Umum Ikatan Pesantren Indonesia (IPI), KH Zaini Ahmad juga sepakat dengan pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menyebutkan aksi tersebut mengarah ke makar.

"Namun saya akan kroscek kepada beberapa pihak untuk tabayun-lah," jelas dia dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Selasa malam (22/11).


Menurut Zaini, awalnya aksi ini memang murni untuk menuntut proses hukum Basuki alias Ahok, namun setelah dinyatakan tersangka ternyata masih ada permintaan yang lain lain. Karenanya dia menduga permasalahan pendemo itu tidak hanya kepada Ahok tetapi merembet ke Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Di mana-mana tidak boleh ada makar. Ini pemerintahan yang sah, ini pemerintahan yang kita pilih bersama berdasarkan konstitusi," jelas Kyai yang biasa disapa Gus Zaini.

"Tidak ada alasan bagi pendemo untuk makar. Kalaupun ada indikasi makar, hal itu sudah menjadi urusan TNI dan POLRI. Ya kalau terpaksa harus ada demo, saya kira selain harus damai dan tertib, isunya juga pada fokusnya saja, tidak usah kemana-mana," tegas zaini

Pangasuh Ponpes Al-Ikhlas, Pasuruan, Jawa Timur ini mengimbau publik untuk memberikan kesempatan bagi aparat penegak hukum untuk menuntaskan penanganan kasus yang berkaitan dengan Ahok.

"Mari berfikir jernih untuk bangsa dan negara sajalah agar tidak kacau, masih banyak ummat yang ingin damai sejahtera, yang penting kita awasi terus proses hukum supaya tetap pada koridor hukum, menghasilkan rasa berkeadilan bagi masyarakat," demikian Gus Zaini. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya