Berita

Ahok: Net

Politik

Munarman: Ahok Klaim Mirip Mandela Itu Lucu Tapi Bodoh

JUMAT, 18 NOVEMBER 2016 | 19:18 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Ocehan Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyamakan dirinya dengan mantan pemimpin Afrika Selatan Nelson Mandela dinilai lucu dan bodoh.

Jurubicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengatakan bahwa keduanya jauh berbeda satu sama lain. Nelson, lanjutnya, dipenjara karena membela kaum mayoritas di Afrika Selatan atas rezim apartheid yang diterapkan pemeintah. Sementara Ahok ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri atas kasus dugaan penistaan agama.

"Pernyataan itu lucu tapi bodoh. Nelson itu mayoritas yang ditindas minoritas rezim apartheid. Waktu itu tidak bisa warga asli Aftika Selatan jadi presiden. Dia ingin mengubah itu," kata Munarman dalam diskusi Himpunan Pengacara Pembela Muslim Indonesia (HIPPMI) di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (18/11).


Lebih lanjut, Munarman mengaku bingung dengan para pemilih Ahok yang masih setia. Padahal tingkah polah Ahok selalu menimbulkan masalah umat.

"Dengan logika itu, rasanya tidak wajar masih ada aja yang mendukung," tegasnya.

Pasca ditetapkan sebagai tersangka, Ahok mengaku mengambil pelajaran hidup dari sosok Nelson Mandela yang dipenjara sebab menyuarakan aspirasinya. Sehingga jikapun nanti dirinya dipenjara, maka bisa menapak tilas Nelson Mandela yang usai dipenjara menjadi presiden.

"Mandela dipenjara 35 tahun jadi presiden. Siapa tahu gue jadi presiden kan enak, ngapain pusing," ujar Ahok. [ian]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya