Berita

Fadli Zon/Net

Politik

Ketua Umum HKTI Kecam Tindakan Represif Aparat Terhadap Petani Majalengka

JUMAT, 18 NOVEMBER 2016 | 16:51 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Tindakan kekerasan dan penembakan gas air mata terhadap ratusan petani yang tengah menggelar aksi untuk menolak proses pengukuran lahan, yang ditujukan untuk pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), atau yang juga kerap disebut Bandara Kertajati, Majalengka, pada Kamis kemarin (17/11), sangat disesalkan.

Ketua Umum DPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang juga Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap ratusan petani di Majalengka. HKTI sangat tidak setuju dengan segala bentuk represif terhadap petani dimanapun.

"Aparat kepolisian dan terutama Pemerintah Propinsi Jawa Barat serta pihak manajemen BIJB dapat mengedepankan upaya persuasi, dialog mendalam dengan kelompok petani dalam menemukan penyelesaian rencana pembangunan Bandara Kertajati," tegas Fadli Zon beberapa saat lalu 9Jumat, 18/11).


Dalam konteks kedaulatan pangan, dalam pandangan Fadli Zon, perlu juga difikirkan mekanisme relokasi dan tukar guling, dimana para petani dan lahan pertanian yang tergusur dipindahkan ke satu kawasan dimana kehidupan sosial petani tetap terjaga dan lahan pertanian juga tersedia. Semacam bedol desa.

HKTI juga akan membentuk tim utk investigasi atas peristiwa kemarin dan segera membentuk tim advokasi petani majalengka.

HKTI meminta kepada para petani di Desa Sukamulya untuk tetap tenang dan membuka pintu dialog. Kepada Pemda Jawa Barat dan Manajemen BIJB untuk terus melakukan dialog dengan petani agar tercapai kata sepakat.

"Dan kepada aparat Kepolisian, HKTI meminta agar penyelidikan dan penyidikan dilakukan tanpa perlu adanya penangkapan dan penahanan terhadap petani," demikian Fadli. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya