Berita

Jokowi/Net

Nusantara

FPI Bhinneka NTT Desak Jokowi Tetapkan Intoleransi Sebagai Bentuk Ancaman Nasional

JUMAT, 18 NOVEMBER 2016 | 16:44 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Salah satu cara menghancurkan persatuan nasional adalah politik rasisme. Politik ini juga merupakan ancaman serius bagi  Indonesia saat ini dan bisa menciptakan diintegrasi bangsa.

Karena itu, situasi nasional yang terjadi saat ini yang tercermin dari DKI pun disikapi secara bijaksana, khususnya di NTT, dengan tetap mengedepankan semangat toleransi antar umat beragama yang tinggi, menghargai dan menghormati kemajemukan atau kebhinekaan. NTT adalah Nusa Toleransi Tinggi atau Nusa Toleransi Terindah yang telah diakui secara nasional, dan pada tanggal 30  desember 2015 lalu Gubernur NTT Frans  Lebu Raya menerima penghargaan kerukunan hidup umat beragama.

Di NTT, dari sekitar 5,3 juta penduduk, persentase umat Muslim di NTT sebesar 9 persen. Namun dari 9 persen umat Muslim di NTT tersebut justeru melahirkan ketua DPRD Provinsi NTT yang merupakan seorang muslim. Rakyat NTT justeru mampu menerima dan menghargai kepemimpinan  politik di lembaga legislatif provinsi NTT, sikap tolerasni yang tinggi dan kesadaran bahwa semua rakyat NTT memiliki hak yang sama untuk melakukan pengabdian.


Demikian disampaikan Koordinator Front Pembela Indonesia Bhineka (FPI Bhineka)-NTT, Kanisius. Kanisius pun memastikan bahwa FPI Bhinneka NTT menolak politik rasis dalam kehidupan berbangsadan bernegara. FPI Bhinneka NTT juga menolak segala bentuk kekerasan dalam bentuk apapun atas nama agama

"Kami menyerukan penghargaan, penghormatan atas kemajemukanatau kebhinekaan sebagai kekayaan bangsa dalam bingkai persatuan Nasioanal," kata Kanisius dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 18/11).

Kanisius juga menyerukan kepada seluruh rakyat untuk terus memupuk toleransi antar umat beragama  menjaga perdamaian dalam semangat persatuan nasioanal serta menyatakan secara terbuka bahwa kemajemukanatau kebhinekaan adalah Indonesia dan Indonesia adalah kemajemukan atau kebhinekaan adalah NTT dan NTT adalah kemajemukan atau kebhinekaan.

FPI Bhinneka NTT, sambungnya, mendesak Presiden Jokowi untuk menetapkan intoleran sebagai ancaman nasional dan memerintahkan Kapolri agar menindak tegas uapaya-upaya yang hendak membelokan arah demokrasi Indonesia.

"Termasuk menuntut Ahmad Dani terhadap  tindakan penghinaan kepada presiden Jokowi.Kita juga meminta kepada seluruh rakyat agar tetap berpegang teguh pada mandat konstitusional rakyat yang diberikan kepada pemerintah Jokowi, dam kami rela mati demi NKRI," demikian Kanisius. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

Penanganan Kabupaten Terdampak Gempa NTT Terus Difokuskan Kemensos

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:21

KPK Ungkap Pengondisian Pembagian Kuota Haji 50:50 Sebelum MoU RI-Arab Saudi

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:16

BNPB Perkuat OMC Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:02

Iran Pamerkan Pabrik Rudal Balistik Bawah Tanah

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:26

Pasukan Darat dan Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:21

KPK Usut Dugaan Korupsi PBJ Era Bupati Bogor Rudy Susmanto

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:13

Prabowo dan Jokowi Hadiri Pernikahan Kasespri Rizky Irmansyah di JCC

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:07

Desa Sade Terbakar, Ini Sejarah dan Asal-usul Masyarakat Suku Sasak

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:52

Ada Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus 2026, Catat Jadwalnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:43

Karhutla Kalsel, Api Tak Terlihat tapi Gambut Masih Berasap

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:13

Selengkapnya