Berita

Politik

Menteri Puan: Pemerintah Dorong Produksi Alat Kesehatan Dalam Negeri

JUMAT, 18 NOVEMBER 2016 | 16:21 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hingga kini pemanfaatan alat maupun obat kesehatan hampir 90 persen merupakan produk luar negeri. Karena itu, pemerintah dan para stakeholders terus menerus melakukan inovasi dan produksi alat kesehatan dalam negeri

Demikian disampaikan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani saat  membuka Pameran Pembangunan Kesehatan dan Produksi Alat Kesehatan Dalam Negeri tahun 2016 di JIExpo  Kemayoran, Jakarta Pusat (Jumat, 18/11). Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional ke-52 yang diperingati setiap tanggal 12 November.

"Alangkah indahnya jika pelayanan kesehatan menggunakan produksi dalam negeri. Apalagi sebenarnya kita sudah bisa inovatif dan bisa produksi sendiri. Misalnya bikin tiang infus, bahkan alat cuci darah sudah punya. Harus dimanfaatkan," ujar Menteri Puan.


Puan mengatakan pertumbuhan industri alat kesehatan (alkes) produksi dalam negeri tahun ini menunjukkan peningkatan. Industri alkes meningkat pada tahun ini dari 193 menjadi 211 industri. Jenis alkes juga meningkat dari 255 menjadi 261 jenis alkes.
 
Berkaitan dengan ini, pemerintah sudah menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai upaya untuk memberikan layanan kesehatan yang baik terutama bagi masyarakat miskin. Artinya, pelayanan kesehatan pada masyarakat miskin dapat dijalankan dengan baik sehingga tak membebani kehidupan mereka.

Hal ini tentunya harus juga disokong oleh ketersediaan sarana alat-alat kesehatan yang memadai di setiap rumah sakit, puskesmas, dan klinik-klinik kesehatan lainnya. Karenanya, produksi alat kesehatan dalam negeri niscaya harus dibangun dan terus dikembangkan.
 
Baru-baru ini pemerintah bersama 20 kementerian dan lembaga juga meluncurkan program gerakan masyarakat sehat. Program gerakan masyarakat sehat atau dikenal dengan Germas ini sebagai upaya untuk mewujudkan kebiasaan hidup sehat bagi bangsa Indonesia. Sehat bukan berarti menjadi sakit kemudian berobat untuk sehat, tapi senantiasa mengedepankan sikap preventif untuk mencegah agar tidak sakit" jelas Puan.

 Saat ini produk alat kesehatan impor yang beredar mencapai 90 persen. Untuk menghentikan ketergantungan impor dari negara lain, pemerintah melalui kementerian kesehatan dan kementerian perindustrian bersinergi mendorong industri untuk memproduksi alat-alat kesehatan yang lebih inovatif. Pemerintah juga telah memberikan perhatian khusus terkait industri farmasi dan alat kesehatan tersebut, dengan mengeluarkan Inpres No.6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.
 
Setiap program yang dibuat pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan seperti Jaminan Kesehatan Nasional juga nantinya sudah  harus menggunakan produk-produk yang sudah dapat diproduksi dalam negeri secara inovatif.
 
Kegiatan pameran ini mempunyai arti yang sangat penting sebagai ajang promosi dan penyebaran informasi atas berbagai produk kesehatan dan alat kesehatan yang dihasilkan oleh industri dalam negeri, dan diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan mencintai perkembangan produk industri alat kesehatan nasional.
 
Dalam kesempatan itu, Menko PMK turut membanggakan berbagai hasil riset di bidang kesehatan yang dibuat oleh Mahasiswa Indonesia. Menko PMK juga meminta semua pihak untuk mendorong berbagai hasil riset itu agar dapat diproduksi industri sehingga mampu bersaing di pasar global. Hasil riset yang dibanggakan oleh Menko PMK diantaranya Universitas Gadjah Mada dengan produk GamaCHA dan INA Shunt; BPPT dengan produk implant ortopedi; Universitas Brawijaya dengan produk rapid test yang bekerja sama dengan PT Biofarma; Institut Teknologi Bandung dengan produk kaki palsu, rapid test, dan patient monitor; serta Universitas Indonesia dengan produk Viskometer Darah, dental light curing, dan reduce pain stimulator.
 
Marilah kita bergotong royong dalam membangun bangsa ini menjadi bangsa yang sehat dengan mendorong industri kesehatan dan alat kesehatan nasional," ucap Menko PMK mengakhiri sambutannya. [ysa]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya