Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Kelirumologi Kemanusiaan

KAMIS, 17 NOVEMBER 2016 | 20:04 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

ORANG tua saya mengajarkan saya untuk senantiasa menjunjung tinggi kemanusiaan. Maka ketika warga Kampung Pulo digusur, saya sengaja menyempatkan diri datang ke Kampung Pulo untuk memberikan sumbangsih kepada warga yang kehilangan sumber nafkah berupa bantuan modal, perlengkapan dan keterampilan untuk membuka usaha jamu.

Demikian pula ketika warga Akuarium digusur sehingga terpaksa mengungsi ke Mesjid Keramat Luar Batang, saya datang untuk memberikan sumbangsih jamu dan air minum dalam botol untuk mengurangi derita mereka yang tergusur ketik. Yang menarik adalah ketika saya mengaja teman-teman saya untuk berkunjung ke Luar Batang, hanya HS Dillon dan Lieus Sungkharisma yang menerima ajakan saya. Yang lain menolak tanpa alasan meski ada beberapa yang menolak dengan alasan Luar Batang sudah dipolitisasi.

Tampaknya politisasi sudah menjadi sedemikian menakutkan sehingga apabila kita menyelamatkan sesama manusia yang akan tenggelam terpaksa kita tunda sampai tidak ada ancaman tuduhan politisasi. Ketika tiba giliran warga Bukit Duri digusur, saya memberikan sedikit dana dukungan untuk menyewa rumah pengungsian bagi warga tergusur.


Sehari sebelum aksi damai 4 November 2016, saya dan ibu Ayla berkunjung ke Masjid Istiqal untuk  menyerahkan sumbangsih air minum dalam botol demi mengurangi dahaga para peserta aksi damai yang sudah mulai berdatangan ke Masjid Istiqal. Sesuai ajaran orangtua saya, maka saya sama sekali tidak mengharapkan pujian atas upaya sederhana saya menjunjung tinggi kemanusiaan namun sebenarnya saya juga tidak menduga apalagi mengharapkan bahwa saya malah dihujani hujatan lewat medsos.

Hujatan mulai dari tua bangka bau tanah kurang kerjaan, cari popularitas,  pahlawan kesiangan, sok kemanusiaan, pemberontak melawan pemerintah sampai profokator bahkan SARA . Ternyata kecemasan dalam memberikan sumbangsih kemanusiaan bukan hanya diderita saya seorang diri saja sebab pejuang kemanusiaan dari Jeneponto, Sandyawan Sumardi membocorkan rahasia kepada saya bahwa banyak pihak dermawan yang memberikan sumbangsih kemanusiaan mulai dari makanan, minuman, selimut sampai kursi roda untuk para manula korban bencana penggusuran Bukit Duri secara khusus wanti-wanti minta agar identitas mereka dirahasiakan.

Tampaknya para dermawan kuatir perilaku aib mereka ketahuan umum. Rupanya sudah terjadi perubahan nilai-nilai peradaban manusia dalam hal kemanusiaan di masa kini. Memberi sumbangsih yang di masa lalu dianggap termasuk perilaku benar, kini sudah berubah menjadi perilaku keliru sampai perlu dilakukan secara sembunyi-sembunyi agar jangan sampai ketahuan. Namun jika direnung secara lebih jauh sebenarnya perubahan nilai-nilai peradaban yang mengelirukan perilaku kemanusiaan ada manfaatnya juga.

Akibat perilaku kemanusiaan dianggap keliru maka saya tidak perlu repot-repot memubazirkan enerji lahir-batin untuk peduli nasib kaum miskin, kaum tertindas dan para korban bencana penggusuran sehingga saya bisa menghemat tenaga, biaya dan duwit demi terus serakah memperkaya diri saya sendiri tanpa batasan maksimalnya. Buat apabila peduli nasib rakyat miskin selama saya tidak miskin. Buat apa peduli nasib rakyat tergusur selama saya tidak tergusur. Yang terpenting adalah kepentingan diri saya sendiri. [***]
 
Penulis adalah pendiri Pusat Studi Kelirumologi

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya