Berita

Al A'raf/Net

Politik

Beda Dengan Mesir Dan Thailand, Masyarakat Indonesia Tak Mau Ada Kudeta

KAMIS, 17 NOVEMBER 2016 | 06:29 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ada prasyarat menuju sebuah kudeta. Diantaranya, pertikaian tajam di antara elite politik yang menimbulkan deadlock. Kedua, masih kuatnya pandangan di tubuh militer bahwa ancaman datang dari dalam negeri, bukan dari luar.

Ketiga, tipe militer pretorian yang mengklaim sebagai penyelamat bangsa. Keempat, adanya dukungan luas dari masyarakat.

Demikian disampaikan Direktur Imparsial, Al A’raf, dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Front Pembela Indonesia (FPI)-Bhinneka bertema "Membaca Tanda Sejarah, Menjaga Indonesia Bhinneka" di Cikini, Jakarta Pusat (Rabu, 16/11).


"Kudeta seperti di Thailand dan Mesir bisa terjadi karena didukung rakyat, di Indonesia sekarang masyarakat tidak ingin kegaduhan," kata Al A’raf.

Prasyarat kelima, sambungnya, adalah instabilitas politik akibat konflik dan kekerasan berkepanjangan.

"Indonesia harus belajar dari kasus Rwanda, ketika politisasi SARA berujung pada genosida, harus ada regulasi yang serius tentang ujaran kebencian (hate speech)," lanjut Al A’raf.

Penyampaian pendapat lewat aksi-aksi massa, kata dia, tentu sah-sah saja. Tetapi jangan sampai berujung pada kekerasan yang membuka ruang masuknya militer untuk mengambil alih kekuasaan.

"Sampai saat ini TNI/Polri telah melalui proses reformasi yang panjang, tidak ingin melakukan kudeta," ungkap Al A’raf, yang juga pengamat militer dan negara. [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya