Berita

Politik

Menteri Puan: ITB Bisa Jadi Garda Terdepan Implementasi GNRM

RABU, 16 NOVEMBER 2016 | 14:44 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Institut Teknologi Bandung (ITB) diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengimplementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental. Apalagi ITB meerupakan salah satu kampus terbaik di Indonesia.

"Perguruan Tinggi harus dapat berperan sebagai agen perubahan. Fakta membuktikan bahwa perubahan-perubahan besar yang terjadi dalam perjalanan sejarah bangsa tidak bisa terlepas dari kontribusi para pemuda terutama mahasiswa," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, saat memberikan kuliah umum di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat (Rabu, 16/11).

"Perguruan Tinggi diharapkan mampu akan menghasilkan generasi calon pemimpin bangsa. Proses pembelajaran di Perguruan Tinggi harus mengandung muatan pembangunan karakter yang merupakan never ending process sepanjang kehidupan berbangsa dan bernegara," sambung Puan, kuliah umum yang mengambil tema 'Peran Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Revolusi Mental' itu tampak hadir Rektor ITB Kadarsah Suryadi dan seluruh civitas akademika ITB.


Menko PMK mengingatkan ITB dikenal sebagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yang telah mencetak banyak ilmuan dan tokoh nasional termasuk Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Soekarno.

"Saya harapkan ITB terus memperkuat perannya dalam pembangunan karakter sumber daya manusia Indonesia dan tampil paling depan dalam membangun generasi muda Indonesia yang berbudaya, bermartabat, berdaya saing dan berjati diri," pinta Puan.

Khusus di dalam mempersiapkan generasi muda yang berdaya saing, Menko PMK mengatakan Perguruan Tinggi perlu melakukan evaluasi dan penajaman terhadap program pendidikan yang ada sehingga dapat menyesuaikan dengan perkembangan dan tantangan yang dihadapi, mempertimbangkan demand side, termasuk memperhatikan kebutuhan sektor unggulan yang akan dikembangkan di masa depan.

"Sesuai kapasitas dan kompetensinya ITB harus mampu menghasilkan tenaga-tenaga professional sesuai kebutuhan pembangunan baik secara sektoral maupun kewilayahan. Perlu segera dirumuskan: Kompetensi apa yang hendak diperkuat? Apa keunggulan riset dan kompetensi ITB," lanjut Puan.

Menko PMK menambahkan, sebagai suatu gerakan, Pemerintah tidak ingin hanya sekadar mengajak masyarakat melakukan Revolusi Mental, tetapi institusi Pemerintah juga harus berubah dan menjadi teladan bagi Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Puan menjelaskan tiga alasan utama mengapa Indonesia memerlukan Revolusi Mental. Pertama, maraknya praktik-praktik yang tidak jujur dan tidak bertanggung jawab sehingga menimbulkan tingginya indeks persepsi korupsi di Indonesia.  Kedua, Indonesia perlu mengejar ketertinggalan di bidang perekonomian dari negara-negara lain. Ketiga, adanya krisis identitas yang saat ini sedang dialami bangsa Indonesia.

"Kita semua, secara bersama-sama melakukan revolusi mental, dengan tujuan terbentuknya karakter bangsa yang berintegritas, beretos kerja dan senantiasa bergotong-royong. Semangat gotong royong belakangan ini terkikis zaman. Sepertinya sudah lupa bangsa ini besar maju dan berdaulat itu karena gotong royong.Tidak ada lagi kami. Kita sekalian. Yang ada aku, saya atau kita sendiri. Padahal negara ini enggak mungkin jalan sendiri-sendiri. Dulu kita kecil sering dengar bersatu kita teguh bercerai kita runtuh," ungkapnya. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya