Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi Perlu Ingatkan Ahok Arti Kebhinekaan

RABU, 16 NOVEMBER 2016 | 10:10 WIB | LAPORAN:

.  Dua pekan terakhir, Presiden Jokowi mendadak super sibuk, bertemu dengan banyak pihak. Dalam kesibukannya itu,  banyak pihak yang diiingatkan tentang pentingnya menjaga persatuan dan kebhinekaan bangsa Indonesia, termasuk komitmen pihak-pihak tersebut untuk menjaganya.

Tak kurang, Presiden Jokowi telah mengungkapkan hal tersebut kepada pimpinan Ormas-ormas Islam, para Ulama, pimpinan beberapa Partai Politik (Islam), hingga ke jajaran TNI dan Polri.

Menanggapi hal tersebut, Mahfuz Sidik, anggota DPR RI dari FPKS menilai peringatan presiden hal yang normatif saja.

"Itu normatif dan memang menjadi tanggung-jawab presiden," kata mantan Ketua Komisi I DPR Mahfuz Siddiq Rabu (16/11).

Namun bagi politisi PKS ini, pernyataan presiden menjadi menarik untuk dikritisi jika diletakkan dalam konteks kasus Ahok yang beririsan dengan Pilkada DKI 2017 dan Aksi 411 lalu.

"Presiden melihat kasus Ahok ini sebagai perkara besar dan serius sehingga harus turun gunung langsung. Mengingatkan semua pihak, khususnya kalangan umat Islam, TNI dan Polri akan pentingnya menjaga persatuan dan kebhinekaan. Pasti ada alasan atau kepentingan tertentu presiden melakukan ini." ujar Mahfuz di gedung senayan.

Tapi Mahfuz menyoroti ada keanehan dari langkah-langkah Presiden Jokowi. "Jika konteksnya kasus Ahok dan aksi 411 yang nampak masih akan berlanjut, kenapa sampai sekarang Jokowi belum pernah memperingatkan Ahok tentang menjaga persatuan dan kebhinekaan? Kan ribut-ribut belakangan ini sumber masalahnya di Ahok?" kata Mahfuz. [ysa]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya