Berita

Jokowi/Net

Politik

FPI Bhinneka Siaga Jaga Jokowi Dari Upaya Makar

SELASA, 15 NOVEMBER 2016 | 18:36 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Intan Marbun, seorang balita 2,5 tahun yang menjadi korban dalam teror bom di gereja Oikumene Kota Samarinda, merupakan korban kejahatan kemanusiaan dari pihak yang tidak menginginkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika menjadi pondasi kebangsaan.

"Kelompok ini anti Keragaman," demikian kata Koordinator  Front Pembela Indonesia (FPI) Bhinneka, Rony Talapessy, sambil menyatakan duka sedalam-dalamnya, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 15/11).

Menurut Rony, Intan Marbun, adalah salah satu dari sekin banyak Intan Indonesia. Intan-intan inilah yang membuat Indonesia menjadi berkilau dan bercahaya di mata dunia.


"Satu per satu Intan Indonesia berupaya untuk direnggut dan dipadamkan. Kematian Intan Marbun adalah juga berarti hilangnya satu kilau dari Indonesia Merdeka," ungkap Rony.

Karena pelaku juga diketahui sebagai jaringan teroris lama, katanya, FPI-Bhinneka akan bersiaga bersama jaringan di 17 Provinsi untuk bergabung dengan kawan-kawan lainnya yang juga setia pada Bhinneka Tunggal Ika. Sebab hanya dengan itu Indonesia bisa terhindar dari keretakan.

Menyikapi mengenai isu pelengseran Jokowi, Ronny tehas menyatakan bahwa FPI Bhinneka bersetia pada mandat yang diberikan rakyat pada pemerintahan Jokowi 2014 yang lalu. Di luar itu adalah upaya makar dan coba mempermainkan mandat rakyat.

"Kita berdiri bersama mandat konstitusi," katanya, sambil mengatakana bahwa FPI Bhinneka mendukung upaya hukum tehadap penghinaan Presiden Jokowi yang dilakukan oleh Ahmad Dhani.

"kondisi republik belakangan ini memanas, kita semua sebaiknya menahan diri. Namun jelas semua  harus diatas koridor konstitusi. Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila adalah hal yang tidak bisa diganggu gugat," tegasnya. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya