Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

BNPB: Banjir Di Karawang Bukan Karena Waduk Saguling Meluap

SABTU, 12 NOVEMBER 2016 | 23:34 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hujan lebat yang berlangsung terus menerus di hulu DAS Citarum telah menyebabkan debit Sungai Citarum meningkat. Bahkan di beberapa tempat di Dayeuhkolot, Rancaekek dan daerah lain di Kabupaten Bandung mengakibatkan luapan  Sungai Citarum.

"Meningkatnya debit Sungai Citarum tersebut menyebabkan tinggi muka air Waduk Saguling melimpas karena melebihi batas tinggi muka air 643 meter di atas permukaan air laut sejak Jumat kemarin," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan Sabtu malam (12/11).

Sutopo menjelaskan, pada saat elevasi mencapai 643,8 m dpal maka pintu spillway akan dibuka setinggi 1 meter sehingga debit Sungai Citarum akan bertambah besar. Indonesia Power Unit Pembangkitan Saguling telah memberitahukan kepada semua pihak pembukaan pintu air tersebut sejak Jumat kemarin. Masyarakat di sekitar bantaran sungai Citarum dari outlet Waduk Saguling hingga Inlet Waduk Cirata diimbau untuk waspada dari banjir.


Hingga Sabtu pagi, sambungnya, tinggi muka air Waduk Saguling mencapai 643,9 m dpal. Debit inflow atau volume air Sungai Citarum ke Waduk Saguling masih tinggi yaitu 360 meter kubik per detik sehingga tinggi muka air waduk terus naik sehingga masih terus melimpas dengan debit 171,73 meter kubik per detik.

Menurut Sutopo, belum ada laporan banjir yang merendam desa-desa di bantaran sungai di sekitar Saguling. Masyarakat di desa yang berpotensi terkena dampak meliputi Desa Cipageran, Desa Jati, Desa Cikonde, Desa Bojong Heulang, Desa Saguling, dan Desa Girimukti telah disiagakan jika sewaktu-waktu terjadi banjir. BPBD terus berkoordinasi dengan semua pihak mengingat tinggi muka air Waduk Saguling terus naik.

"Di bawah Waduk Saguling terdapat Waduk Cirata dan Waduk Jatiluhur yang masih mampu menampung luapan banjir dari Waduk Saguling. Kedua waduk tersebut belum melimpas sehingga masih aman. Tinggi muka air Waduk Cirata pada Sabtu pagi tercatat 219,84 m dpal. Batas melimpas jika lebih dari 220,07 m dpal. Tujuh spillway di Waduk Cirata masih ditutup. Begitu juga dengan Waduk Jatiluhur masih belum melimpas," jelasnya.

Sementara itu, lanjutnya lagi, akibat hujan lebat dan buruknya drainase telah menyebabkan banjir di Karawang pada Jumat sore. Pada Sabtu siang banjir masih merendam Dusun Simargalih Rt 02/06 Desa Parungsari Kecamatan Ciampel dan Komplek Surya Cipta Karawang. 15 unit rumah terendam setinggi 25 - 150 cm. Penyebab banjir karena adanya penyempitan tiang jembatan di Sungai Cirinjing. Tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut.

"Banjir di Karawang bukan disebabkan melimpasnya Waduk Saguling. Tidak kaitan antara melimpasnya Waduk Saguling dengan banjir di Karawang kemarin. Begitu juga melimpasnya Waduk Saguling tidak akan memberikan dampak kepada masyarakat di Bandung karena aliran Waduk Saguling ke utara sementara itu Bandung lebih tinggi posisinya dan berada di tenggara Waduk Saguling," jelasnya.

Sutopo pun mengimbau Masyarakat untuk selalu waspada. Sebab ancaman banjir, longsor dan puting beliung akan makin meningkat. Hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pun akan makin meningkat.

"Musim hujan diprediksi hingga April 2017 dengan puncak hujan pada Januari 2017 mendatang," demikian  Sutopo. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya