Berita

Jokowi/Net

Politik

Pemred Obor Rakyat: Jokowi Harus Tiru Kerelaan Prabowo

KAMIS, 10 NOVEMBER 2016 | 14:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Keberpihakan media dalam Pilpres 2014 lalu merupakan hal yang lumrah. Serangan terhadap pasangan capres juga menjadi hal biasa yang dipertontonkan media nasional kala itu.

Begitu kata Pemred Obor Rakyat Setyardi Budiono saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL jelang pembacaan pledoinya atas dakwaan menghina nama baik Joko Widodo dalam Pilpres 2014.

"Namanya pilpres, media masa itu pasti punya jagoan. TV One punya jagoan, Metro TV punya jagoan dan bukan hanya Pak Jokowi saja yang diserang," ujarnya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Kamis (10/11).


Serangan saat pilpres, lanjutnya, juga dialami oleh Prabowo Subianto sebagai pesaing Jokowi. Saat itu bahkan Prabowo disebut sebagai pembunuh berdarah dingin oleh mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang yang mendukung Jokowi-JK, Hendropriyono.

"Dan belakangan itu tidak dapat dibuktikan. Ada juga yang sebut Pak Prabowo ini sebagai Hitler," sambung Setyardi.

Ia kemudian membandingkan sikap Prabowo dan Jokowi dalam menyikapi Serangan tersebut. Jokowi, lanjutnya, kurang rela dirinya dikorek media, sehingga timnya mempolisikan Obor Rakyat.‎ Berbeda dengan sikap Prabowo dan pendukungnya yang legowo.

"Saya sangat apresiasi sikap Prabowo yang bilang itu hanya bunga-bunga demokrasi, apalagi pilpres. Jadi seharusnya Jokowi meniru kerelaan Prabowo yang sama-sama dihujat," ujarnya.

Obor Rakyat
dilaporkan pendukung Jokowi karena dinilai telah menghina nama baik Jokowi. Saat ini, Setyardi bersama dengan redaktur pelaksana Obor Rakyat Darmawan Sepriyosa didakwa dengan pasal 310 KUHP dan terancam hukuman 1 tahun penjara. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya