Berita

Ahok/Net

Hukum

Polri Harus Tegak Lurus Tangani Kasus Ahok

RABU, 09 NOVEMBER 2016 | 13:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahja Purnama "Ahok" perlu perhatian serius, terkhusus kepada Kepolisian yang diyakini akan independen, proporsional dan profesional.

"Polri harus cepat dalam merespon dan tegas dalam memutuskan perkara tersebut. Dan sebaiknya aspek-aspek di luar konteks hukum tidak perlu dipertimbangkan oleh Polri sebagai dasar dalam memutuskan," kata Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI), Panji Nugraha, Rabu (9/11).

Aspek di luar konteks hukum yang dimaksud Panji adalah seperti terkait pilkada. Pasalnya, Polri adalah penegak hukum bukan pengamat politik.


"Jadi Polri tidak perlu berpikir akibat politik dari kasus tersebut, karena bukan ranah atau wewenang Kepolisian," tutur Panji.

Dia menilai, jika Polri mencampuradukan aspek-aspek di luar hukum maka dapat diyakini, perkara ini tidak akan terang benderang sebagaimana mestinya. Hal tersebut perlu diperhatikan Polri, jangan sampai memprematurkan kasus tersebut agar menjadi bias.

"Kasus ini sangat sensitif, bisa dinilai dari Aksi 4 November dengan jumlah massa yang sangat besar. Untuk itu jika kasus ini sampai tidak dilanjutkan atau dihentikan, bukan tidak mungkin gelombang massa yang lebih besar berdemonstrasi kembali di Jakarta," sebut Panji.

Ditambahkan Panji, dalam kasus Ahok ini, secara hukum pidana sudah banyak ahli berpendapat bahwa Ahok melakukan tindak pidana.

"Dan atas hal tersebut seharusnya kasus penistaan agama tidak termasuk dalam perkara sulit dan membutuhkan waktu yang lama," tutup dia. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya