Berita

Politik

Kasus Ahok Berpotensi Menebar Sikap Antitoleransi

SENIN, 07 NOVEMBER 2016 | 16:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kepolisian harus segera menetapkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki T. Purnama, sebagai tersangka kasus penistaan agama. Setelah itu, Kepolisian mesti segera menjebloskannya ke balik jeruji.

Menurut Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan kalau Kepolisian tak melakukan demikian akan banyak orang menebar kebencian. Akibatnya, keberagaman yang telah dirajut selama ini menjadi terancam.

"Bila kalimat yang keluar dari lisan Ahok yang ugal-ugalan tersebut dikategorikan bukan penistaan agama, dan (Ahok) tidak dihukum, akan banyak orang yang menebar kebencian dan sikap antitoleransi menggunakan kalimat serupa, terhadap keyakinan agama lain," jelas Dahnil petang ini (Senin, 7/11).


"Terang fakta ini adalah ancaman serius bagi keberagaman Indonesia. Itulah mengapa sejak awal saya menyampaikan bahwa Ahok telah mengancam keberagaman dan Pancasila. Apalagi bila hukum tidak menyentuh dia sama sekali," sambung Dahnil.

Pernyataan Ahok yang menuai kontroversi tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan di Kabupaten Kepulauan Seribu pada Selasa, 27 September 2016 lalu.

Saat itu dia mengatakan:

… Jadi jangan percaya sama orang. Kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai surat al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu. Jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya..."

Bareskrim saat ini sedang menyelidiki kasus tersebut. Sejumlah pihak sudah diperiksa. Salah satunya, Ahok, yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya